Kolaborasi Cek Fakta Dinilai Penting Jelang Musim Pemilu

Kolaborasi Cek Fakta Dinilai Penting Jelang Musim Pemilu

Upaya melawan hoaks dan misinformasi di era digital dinilai membutuhkan kolaborasi aktif berbagai pihak secara berkelanjutan. Literasi digital juga disebut penting agar masyarakat dapat menyerap informasi secara kritis, mengandalkan sumber tepercaya, serta memilah informasi sebelum membagikannya melalui proses verifikasi.

Menjelang Indonesia memasuki musim pemilihan umum, peran media dipandang semakin krusial dalam membantu sekaligus mengedukasi masyarakat untuk memerangi hoaks.

Hal tersebut menjadi landasan kerja sama jaringan pelatihan GNI Indonesia Training Network dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Sejak 2017, AJI bersama Google menjalankan sejumlah program pelatihan yang disebut telah melatih lebih dari 27 ribu jurnalis di lebih dari 53 kota untuk menggunakan alat verifikasi dalam melawan misinformasi.

Pada kesempatan ini, Google dijadwalkan berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal AJI, Ika Ningtyas, membahas tantangan yang dihadapi jurnalis untuk menjadi pemeriksa fakta serta kiat efektif mengatasinya. Jurnalis Kompas.com Ahmad Suudi dan Editor Regional Suara.com di Bali Angela Eviera juga akan hadir untuk membagikan pengalaman mengikuti program pelatihan GNI Indonesia Training Network serta kiat-kiat bagi jurnalis.

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Agustus pukul 16.00–17.00 WIB dan dapat disaksikan melalui Instagram serta YouTube Google Indonesia.