Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan kapal tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz, Iran. Dalam video tersebut tampak sebuah kapal bertuliskan “Pertamina” seolah dicegat oleh dua tentara yang menaiki kapal cepat.
Video itu diunggah salah satu akun Facebook pada Minggu (8/3/2026) dengan narasi, “Kapal PERTAMINA Masih tertahan di perairan HORMUZ iran.”
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut bukan rekaman asli dan merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pemeriksaan menggunakan Hive Moderation menunjukkan probabilitas video itu dibuat oleh AI mencapai 98,5 persen.
Di sisi lain, terdapat informasi terkonfirmasi bahwa dua kapal minyak milik Pertamina memang tertahan di Selat Hormuz di tengah konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Kompas.com pada 6 Maret 2026 memberitakan dua kapal tersebut adalah Pertamina Pride yang dikelola NYK Line dan kapal Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management.
Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Teheran disebut tengah melakukan diplomasi dengan Iran terkait dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS). Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, mengatakan upaya diplomasi dan koordinasi melibatkan banyak pihak di Iran.
“Memang saat ini sedang dilakukan upaya diplomasi, upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Iran,” kata Santo. Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepentingan Indonesia terkait Pertamina mendapatkan perlindungan, termasuk agar kapal dapat melintas Selat Hormuz dengan aman.
Dengan demikian, meski benar ada dua kapal minyak milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz, video yang beredar dan diklaim sebagai dokumentasi kejadian tersebut dipastikan bukan rekaman asli karena merupakan konten buatan AI.

