Klarifikasi: Pertamax Rp 11.800 Terjadi Februari 2026, Bukan Setelah Demo Juni 2026

Klarifikasi: Pertamax Rp 11.800 Terjadi Februari 2026, Bukan Setelah Demo Juni 2026

Kabar yang menyebut harga BBM jenis Pertamax turun menjadi Rp 11.800 per liter usai gelombang unjuk rasa mahasiswa di sejumlah kota pada Juni 2026 dinyatakan keliru. Informasi tersebut beredar di media sosial, disertai narasi bahwa penurunan harga terjadi akibat demonstrasi besar-besaran.

Narasi itu beredar melalui sejumlah unggahan Facebook pada 14 Juni 2026. Unggahan tersebut turut menyertakan tangkapan layar artikel dari Kumparan yang seolah menunjukkan adanya penurunan harga Pertamax pada periode tersebut.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tidak ditemukan bukti bahwa harga Pertamax turun setelah rangkaian aksi mahasiswa. Pada Jumat, 19 Juni 2026, harga Pertamax di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tercatat Rp 16.250 per liter. Sementara di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, harganya mencapai Rp 17.000 per liter.

Pemeriksaan terhadap tangkapan layar yang beredar menunjukkan bahwa artikel Kumparan yang menyebut Pertamax menjadi Rp 11.800 per liter memang ada, tetapi konteks waktunya berbeda. Artikel tersebut dipublikasikan pada 1 Februari 2026, bukan pada Juni 2026.

Dalam artikel itu diberitakan bahwa Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi per 1 Februari 2026. Di wilayah Jakarta, harga Pertamax saat itu turun dari Rp 12.350 menjadi Rp 11.800 per liter.

Dengan demikian, klaim bahwa harga Pertamax turun menjadi Rp 11.800 per liter pada 14 Juni 2026 akibat demonstrasi adalah informasi yang tidak tepat. Penurunan ke Rp 11.800 terjadi pada 1 Februari 2026, sedangkan pada 19 Juni 2026 harga Pertamax masih tercatat Rp 16.250 per liter di sejumlah wilayah.