Gambar kawanan monyet yang memanjat dan bergelantungan di tiang listrik beredar di media sosial dan dikaitkan dengan pemadaman listrik total di Pulau Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Dalam narasi yang menyertai unggahan itu, aksi monyet disebut sebagai penyebab Sumatera mengalami mati listrik hingga “lumpuh”.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut keliru. Gambar yang beredar tidak berkaitan dengan peristiwa blackout di Sumatera.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri asal gambar tersebut dan menemukan bahwa visual itu berasal dari unggahan video di Instagram pada 15 Oktober 2025. Video memperlihatkan kawanan monyet melintasi atap rumah warga dan memanjat tiang listrik melalui kabel. Peristiwa dalam video disebut terjadi di Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Sementara itu, Bareskrim Polri mengungkap dugaan sementara penyebab putusnya kabel transmisi listrik yang memicu pemadaman listrik massal di sebagian besar wilayah Sumatera pada 22 Mei 2026. Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyatakan, dugaan awal mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem, bukan unsur sabotase.
“Adapun dugaan sementara penyebab terputusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem,” kata Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurut Nunung, gangguan tersebut menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera sehingga memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik. Dampaknya, pembangkit listrik mengalami trip secara berantai dan berujung pada blackout di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, serta sebagian Sumatera Selatan.
Dengan demikian, foto kawanan monyet yang dikaitkan dengan pemadaman listrik di Sumatera merupakan unggahan dengan konteks yang keliru. Penelusuran menunjukkan gambar itu berasal dari kejadian lain di Serpong, Tangerang Selatan, pada Oktober 2025, sedangkan dugaan awal penyebab blackout Sumatera mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem.