Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kekhawatiran warganet tentang dugaan peredaran telur palsu di Indonesia. Dalam rekaman tersebut terlihat cairan bening dan kuning dituangkan ke dalam cetakan menyerupai telur, lalu video itu dinarasikan sebagai proses produksi “telur palsu” yang disebut berbahaya jika dikonsumsi.
Namun, hasil pemeriksaan fakta yang dikutip dari DW menyatakan klaim bahwa video tersebut menunjukkan telur palsu beredar di Indonesia adalah salah. Penelusuran menggunakan Google Reverse Image menemukan rekaman itu merupakan gabungan dari beberapa video berbeda yang sudah beredar di internet.
Salah satu sumber asli dari potongan video tersebut diketahui merupakan video pembuatan mainan berbentuk telur, bukan produksi telur untuk konsumsi.
Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN, Satriyo Krido Wahono, turut menanggapi isu tersebut. Ia menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir soal keberadaan telur palsu.
Menurut Satriyo, narasi tentang “telur palsu” yang diproduksi massal dan dijual luas di Indonesia sulit masuk akal dari sisi ekonomi. Ia menilai produksi telur ayam nasional saat ini relatif mencukupi, sementara harga telur juga tergolong murah.
Selain itu, Satriyo menyebut masyarakat dapat membedakan telur asli dan telur palsu berdasarkan aroma.