Sebuah unggahan di Facebook beredar dengan klaim bahwa vaksin campak dapat menyebabkan autisme pada anak. Dalam narasinya, unggahan tersebut juga mengajak masyarakat menolak vaksinasi serta menyebut kandungan vaksin berbahaya, sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Konten itu disertai ajakan kepada orang tua untuk menghentikan imunisasi pada anak. Hingga Selasa, 19 Mei 2026, unggahan tersebut dilaporkan telah ditonton ratusan kali dan dibagikan oleh sejumlah pengguna Facebook, serta dikaitkan dengan isu kesehatan anak dan autisme.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melakukan penelusuran dengan kata kunci “vaksin campak sebabkan autisme anak” melalui mesin pencari Google. Penelusuran tersebut mengarah pada berbagai artikel dan penjelasan medis mengenai keamanan vaksin.
Dari hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi maupun penelitian kredibel yang membuktikan vaksin campak menyebabkan autisme. Sejumlah lembaga kesehatan internasional juga telah menyatakan tidak ada hubungan ilmiah antara vaksin campak dan autisme.
World Health Organization (WHO) dan berbagai otoritas kesehatan dunia menegaskan vaksin campak aman digunakan untuk mencegah penyakit menular berbahaya. Informasi yang menyebut vaksin menyebabkan autisme disebut sebagai disinformasi yang telah berulang kali dibantah.
Berdasarkan temuan tersebut, unggahan dengan narasi “vaksin campak sebabkan autisme anak” dikategorikan sebagai konten menyesatkan (misleading content). Masyarakat diimbau untuk mencari informasi kesehatan dari sumber resmi dan tenaga medis terpercaya.