Klaim Prabowo Akan Hentikan Program MBG Usai Idul Fitri 2026 Disebut Hoaks

Klaim Prabowo Akan Hentikan Program MBG Usai Idul Fitri 2026 Disebut Hoaks

Sebuah narasi yang beredar di media sosial mengklaim Presiden Prabowo Subianto akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara resmi setelah Idul Fitri 2026. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, pemerintah tidak berencana menghentikan program MBG. Narasi itu beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook yang menyebut, “Persiden prabowo akan Menghentikan makanan bergisi/MBG secara resmi setelah hari raya idul fitri.”

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah klaim tersebut. Dalam pemberitaan Kompas.com pada 3 Maret 2026, Dadan menegaskan tidak ada kebijakan maupun arahan penghentian MBG setelah Hari Raya Idul Fitri.

“BGN menegaskan program justru berlanjut dan diperluas pasca-Idul Fitri. Tidak pernah ada kebijakan ataupun arahan penghentian MBG setelah Hari Raya Idul Fitri,” kata Dadan.

Ia juga menyatakan informasi yang beredar di sejumlah platform digital bukan bersumber dari pernyataan resmi pemerintah. “Program MBG akan tetap jalan setelah Idul Fitri. Tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar,” tegasnya.

Dadan menambahkan, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditargetkan meningkat hingga 25.000 unit yang tersebar di berbagai daerah setelah Idul Fitri. Menurutnya, jumlah tersebut akan melayani lebih dari 61,2 juta penerima manfaat.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo akan menghentikan program MBG setelah Idul Fitri 2026 merupakan hoaks. Pemerintah, melalui BGN, justru menyatakan program MBG akan berlanjut dan diperluas.