Klaim Natalius Pigai Sebut Putusnya Kabel SUTET sebagai Pelanggaran HAM Disebut Hoaks

Klaim Natalius Pigai Sebut Putusnya Kabel SUTET sebagai Pelanggaran HAM Disebut Hoaks

Sebuah narasi bernada satire yang juga disertai muatan rasial beredar di media sosial dengan mencatut nama Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Dalam unggahan itu, Pigai diklaim menyebut putusnya kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang memicu pemadaman listrik massal di Sumatera sebagai pelanggaran HAM.

Narasi tersebut dinyatakan tidak benar. Hasil pemeriksaan menyimpulkan klaim yang menyebut Pigai membuat pernyataan itu merupakan hoaks, karena tidak ditemukan pernyataan resmi dari Pigai terkait insiden blackout di Sumatera.

Unggahan yang beredar menuliskan kalimat, “PIGAI: Kabel Sutet yg putus itu melanggar HAM, karena menyebabkan gelap gulita.” Namun, keterangan dan komentar pada unggahan turut mengaitkan kondisi Sumatera yang gelap dengan warna kulit Pigai.

Adapun insiden pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah Sumatera terjadi pada Jumat (22/5/2026). Putusnya kabel transmisi SUTET diduga menjadi pemicu gangguan tersebut.

Bareskrim Polri menunjukkan bukti kabel yang putus berdasarkan investigasi tim gabungan bersama PT PLN di lokasi tower transmisi di Desa Temino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, pada Minggu (24/5/2026). Putusnya kabel diduga dipicu cuaca buruk yang membuat sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera.

Kondisi itu memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik, yang kemudian menyebabkan trip pembangkit secara berantai. Dampaknya, blackout terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin menyatakan, sejauh ini tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Ia menjelaskan bentuk kerusakan kabel yang putus tidak menunjukkan ciri pemotongan rapi sebagaimana yang lazim ditemukan pada tindakan sabotase.

Dengan demikian, klaim di media sosial yang menyebut Natalius Pigai menyatakan putusnya kabel SUTET sebagai pelanggaran HAM tidak didukung fakta. Hingga kini, belum ada pernyataan dari Menteri HAM terkait insiden blackout di Sumatera, sementara penyebab putusnya kabel diduga berkaitan dengan cuaca ekstrem.