Sebuah narasi di media sosial mengeklaim Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni akan memutus hubungan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Informasi tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook dan Instagram, salah satunya pada 23 Maret 2026.
Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan klaim itu tidak benar. Italia dan AS hingga kini masih memiliki hubungan diplomatik yang berjalan, meski belakangan muncul sorotan terkait perbedaan pandangan antara Meloni dan Trump.
Perbedaan pendapat keduanya mencuat terutama setelah Trump melontarkan serangan verbal terhadap Paus Leo XIV dalam pernyataan publik. Meloni mengecam tindakan tersebut. Dalam perkembangan lain, Trump juga menyebut Meloni kurang berani karena dinilai tidak membantu AS dalam perang melawan Iran.
Dikutip dari Euronews, salah satu pemicu ketegangan adalah keputusan Italia untuk tidak memperluas penggunaan pangkalan AS di Sigonella untuk operasi ofensif terhadap Iran, yang disebut membuat Trump kesal. Di sisi lain, Italia menyatakan tidak ingin terlibat dalam perang di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya pada KTT Komunitas Politik Eropa di Armenia pada Senin, 4 Mei 2026, Meloni menegaskan bahwa Italia tetap menghormati komitmen yang telah dibuat dalam NATO.
Meski terjadi perbedaan sikap, tidak ada informasi yang menunjukkan hubungan kedua negara diputus. Bahkan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tercatat bertemu dengan Meloni di Roma pada Jumat, 8 Mei 2026. Berdasarkan keterangan di situs web pemerintah AS, pertemuan itu membahas kemitraan strategis AS-Italia, serta menekankan komitmen AS untuk berkoordinasi secara erat dalam prioritas bersama.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Italia memutus hubungan dengan Trump merupakan hoaks. Perselisihan pendapat memang terjadi, terutama terkait perang di Timur Tengah, tetapi tidak sampai mengakhiri hubungan diplomatik Italia dan AS.