Narasi yang beredar di media sosial menyebut Iran menyerang kilang minyak Israel di Bazan, Haifa, pada Rabu (27/5/2026) atau bertepatan dengan Idul Adha 1447 Hijriah. Namun, penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut keliru konteks.
Narasi itu beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook. Dalam unggahan tersebut, serangan ke kilang minyak Bazan dikaitkan dengan situasi memanas di kawasan, termasuk kabar serangan militer Amerika Serikat ke Iran serta pernyataan Israel yang akan meningkatkan operasi di Lebanon.
Berdasarkan pemberitaan Kompas.id, Komando Tengah (Centcom) Amerika Serikat dilaporkan menyerang lokasi dekat Bandar Abbas, Iran, pada Selasa (26/5/2026) pagi WIB. Selain itu, Centcom juga menyerang sejumlah perahu cepat di dekat Selat Hormuz. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa serangan ke Lebanon akan semakin intensif, meski gencatan senjata disebut telah disepakati pada April di Amerika Serikat.
Meski demikian, Tim Cek Fakta Kompas.com menyatakan tidak menemukan laporan yang mendukung klaim bahwa Iran menyerang kilang minyak Bazan pada 27 Mei 2026 atau saat Idul Adha 1447 H.
Menurut pemberitaan Al Jazeera yang dirujuk dalam penelusuran tersebut, kilang minyak Bazan terdampak dua serangan rudal pada Maret 2026, yakni pada 19 Maret dan 30 Maret. Peristiwa pertama dikonfirmasi Israel sebagai serangan rudal Iran. Serangan itu disebut tidak menimbulkan kerusakan signifikan dan dapat ditangani dengan cepat.
Adapun pada serangan kedua, fasilitas Bazan mengalami kebakaran besar dengan kepulan asap hitam tebal terlihat di lokasi. Namun, belum dipastikan apakah kebakaran terjadi akibat serangan langsung atau karena puing-puing yang berjatuhan. Sumber rudal pada peristiwa kedua juga belum jelas, apakah ditembakkan dari Iran atau dari Lebanon.
Dengan demikian, klaim yang menyebut serangan Iran ke kilang minyak Bazan terjadi saat Idul Adha 1447 H dinyatakan tidak sesuai konteks. Fakta yang terverifikasi menunjukkan insiden terkait kilang tersebut terjadi pada Maret 2026, dengan salah satu serangan dikonfirmasi berasal dari Iran.