Informasi yang beredar di media sosial menyebut Indonesia akan menjual beras ke Malaysia dengan harga Rp 10.000 per kilogram. Narasi itu juga membandingkannya dengan harga beras di dalam negeri yang disebut lebih mahal.
Namun, penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak tepat karena salah konteks. Dalam pemberitaan yang ditelusuri, angka Rp 10.000 per kilogram muncul sebagai harga penawaran dari pihak Malaysia, bukan harga jual yang sudah disepakati Indonesia.
Berdasarkan penelusuran melalui Google Search, ditemukan artikel Warta Ekonomi berjudul Malaysia Tawar Beras Indonesia Rp10.000, Bulog Ingin Harga Segini yang tayang pada 20 Mei 2026. Artikel itu menyebut Perum Bulog masih berada dalam tahap negosiasi harga untuk rencana ekspor beras sebanyak 200 ribu ton.
Dalam proses negosiasi tersebut, Malaysia disebut mengajukan harga di bawah Rp 10.000 per kilogram. Sementara itu, Bulog mengusulkan harga pada kisaran Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan Indonesia menginginkan harga lebih tinggi karena beras yang ditawarkan masuk kategori premium. Sikap itu juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia tidak melepas beras ekspor dengan harga terlalu murah.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei 2026.