Sebuah narasi di media sosial mengklaim bahwa kata “hanta” dalam “hantavirus” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “kebohongan”. Dari klaim tersebut, sejumlah unggahan kemudian menyimpulkan bahwa wabah hantavirus adalah rekayasa atau virus palsu.
Narasi itu beredar melalui beberapa unggahan Facebook. Salah satu versi unggahan menyebut, “Ternyata dalam bahasa Ibrani ‘Hanta’ itu artinya Bohong!” dan menambahkan dugaan terkait asal-usul virus.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut dikategorikan hoaks. Nama hantavirus tidak berasal dari bahasa Ibrani dengan arti “kebohongan”.
Dikutip dari Snopes, klaim yang menyebut “hanta” berarti “kebohongan” dalam bahasa slang Ibrani dinyatakan tidak benar. Narasi yang beredar dinilai mencampuradukkan beberapa istilah: “hanta” disebut sebagai kata Ibrani yang berkaitan dengan pematangan buah atau pengawetan mayat, sementara istilah slang yang bermakna “omong kosong” atau “kebohongan” adalah “kharta” (atau “chartah”), bukan “hanta”.
Dalam unggahan yang beredar, sebagian akun juga menjadikan jawaban dari chatbot AI sebagai rujukan. Contohnya, ada tangkapan layar yang menampilkan definisi “hanta” sebagai “penipuan, kecurangan, omong kosong, kebohongan, atau sesuatu yang palsu”. Namun, penelusuran menyebut jawaban yang dihasilkan AI bukan bukti pasti untuk menetapkan arti sebuah kata.
Dalam kasus yang sama, chatbot tersebut kemudian mengoreksi jawabannya dan menyatakan bahwa istilah slang yang relevan adalah “kharta” atau “chartah”, bukan “hanta”.