Kabar yang menyebut FIFA melarang bintang muda Spanyol dan FC Barcelona, Lamine Yamal, tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat beredar di media sosial. Dalam narasi tersebut, Yamal diklaim dilarang bermain karena mengibarkan bendera Palestina saat Barcelona merayakan gelar juara Liga Spanyol 2025-2026.
Narasi itu, antara lain, dibagikan sejumlah akun Facebook dengan klaim bahwa FIFA telah mengirim surat larangan bermain untuk Yamal. Disebut pula bahwa perdana menteri Spanyol geram karena mengibarkan bendera Palestina dinilai bukan suatu kejahatan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut tidak tepat dan perlu diluruskan. Aksi Yamal mengibarkan bendera Palestina saat perayaan gelar Barcelona memang memicu polemik dan reaksi dari pemerintah Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menilai tindakan itu sebagai provokasi negatif di media sosial dan menuding Yamal menyebarkan kebencian terhadap kaum Yahudi. “Lamine Yamal memilih untuk menghasut dan memicu kebencian terhadap Israel,” ujar Katz, seperti diberitakan Kompas.com pada 14 Mei 2026.
Namun, tidak ada bukti bahwa FIFA melarang Yamal mengikuti Piala Dunia 2026. Mengacu pada laporan Lead Stories, Yamal telah tiba di Amerika Serikat bersama tim nasional Spanyol. Pemberitaan Chattanooga Times Free Press juga menyebut Yamal terlihat bersama pemain timnas Spanyol lainnya saat memberi tanda tangan kepada penggemar. Selain itu, reporter Times Free Press Patrick MacCoon mengunggah video yang memperlihatkan Yamal berlatih di markas timnas Spanyol di Chattanooga, Tennessee, pada 6 Juni 2026.
Dengan demikian, klaim bahwa FIFA melarang Lamine Yamal tampil di Piala Dunia 2026 karena mengibarkan bendera Palestina tidak benar. Yamal tercatat ikut bersama timnas Spanyol ke Amerika Serikat dan terlihat menjalani latihan.