Kemendikbud: Kampus Merdeka Siapkan Kompetensi Abad 21 untuk Hadapi Perubahan Global

Kemendikbud: Kampus Merdeka Siapkan Kompetensi Abad 21 untuk Hadapi Perubahan Global

JAKARTA — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengemas kompetensi abad ke-21 melalui program Kampus Merdeka untuk menjawab tantangan sekaligus peluang di masa depan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, mengatakan Indonesia dan berbagai negara saat ini menghadapi 10 perubahan besar dunia, yakni demografi, urbanisasi, perdagangan internasional yang semakin terbuka, keuangan global yang memudahkan perpindahan uang, peningkatan pendapatan kelas menengah, persaingan sumber daya alam, perubahan iklim, kemajuan teknologi yang sangat pesat, perubahan geopolitik, dan perubahan geoekonomi.

Menurut Nizam, Program Kampus Merdeka–Merdeka Belajar memiliki peran penting dalam membekali generasi berikutnya agar mampu memajukan Indonesia dan menghadapi perubahan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Nizam dalam acara Studium General Implementasi Merdeka Belajar di LPTK yang juga dirangkai dengan pelantikan Pengurus Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) FITK 2020–2022 serta penandatanganan MoU antara FITK UIN Jakarta dan Universitas Negeri Jakarta, Kamis (15/10).

Pendidikan dan dunia kerja

Nizam menilai kompetensi yang akan dibutuhkan 10 tahun ke depan tidak bisa dipastikan. Karena itu, ia menekankan perlunya perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk membangun kerja sama dengan dunia kerja. Sinergi antara pendidikan dan dunia kerja, kata dia, diharapkan menghasilkan kompetensi yang relevan untuk masa depan.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk menjadi negara maju diperlukan kemandirian dalam berkembang berdasarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Pendidikan di Indonesia, lanjut Nizam, perlu berhasil menciptakan insan yang berdikari.

Kompetensi abad ke-21

Nizam menyebut para pakar pendidikan merumuskan delapan kompetensi yang dibutuhkan pada abad ke-21, yang dikarakterisasi oleh tiga hal mendasar: foundational literatures, competencies, dan character qualities.

Dalam literasi fundamental, ia merinci kebutuhan berikut:

  • Literacy
  • Numeracy
  • Scientific numeracy
  • ICT literacy
  • Financial literacy
  • Cultural and civic literacy