Keluhan Peserta: Proses Klaim BPJS Ketenagakerjaan Dinilai Masih Berbelit dan Bergantung pada Dokumen Lama

Keluhan Peserta: Proses Klaim BPJS Ketenagakerjaan Dinilai Masih Berbelit dan Bergantung pada Dokumen Lama

Sejumlah peserta menyampaikan keluhan terhadap proses layanan klaim di BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai masih berbelit, terutama ketika peserta diminta melengkapi dokumen dari pekerjaan lama. Dalam keluhan tersebut, peserta menilai prosedur yang berjalan belum sejalan dengan perkembangan digitalisasi layanan publik.

Keluhan muncul ketika peserta yang hendak mengambil haknya diminta menunjukkan dokumen lama, termasuk kartu kepesertaan dari bertahun-tahun sebelumnya yang disebut masih tercatat di sistem. Peserta mengaku kebingungan karena dokumen tersebut sudah lama tidak tersimpan, sementara status kepesertaan dan iuran dinilai seharusnya dapat ditelusuri melalui data yang dimiliki lembaga.

Salah satu dokumen yang disorot adalah paklaring, atau surat keterangan kerja dari perusahaan. Peserta menilai persyaratan ini masih menjadi penentu utama dalam proses klaim, meski identitas kependudukan saat ini telah terintegrasi melalui NIK dan berbagai sistem digital lainnya.

Dalam keluhan tersebut, peserta juga menyoroti situasi ketika paklaring sulit diperoleh karena berbagai alasan, seperti hubungan kerja yang tidak berakhir baik, perusahaan yang sudah tidak beroperasi, atau perubahan personel di bagian sumber daya manusia. Kondisi ini, menurut peserta, membuat proses klaim menjadi semakin rumit dan memakan waktu.

Di sisi lain, peserta mempertanyakan mengapa data iuran yang tercatat selama bertahun-tahun belum cukup untuk memperkuat verifikasi, sehingga tetap diperlukan dokumen tambahan. Mereka menilai, ketika ada kendala pada pencatatan lama di sistem, proses layanan cenderung kembali pada prosedur manual seperti fotokopi dokumen, antrean, dan pemeriksaan berulang.

Keluhan juga menyinggung pemanfaatan aplikasi layanan digital yang disebut telah tersedia, namun dinilai belum membantu ketika terdapat perbedaan atau ketidaksesuaian data kepesertaan. Dalam kondisi tersebut, peserta merasa proses kembali bergantung pada kelengkapan dokumen fisik.

Secara keseluruhan, keluhan peserta menekankan perlunya perbaikan tata kelola data dan penyederhanaan prosedur klaim agar layanan lebih konsisten dengan semangat transformasi digital, sekaligus mengurangi ketergantungan pada dokumen lama yang sulit dilacak.