Kecamatan Tebing Tinggi Luncurkan Klinik Monalisa untuk Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa

Kecamatan Tebing Tinggi Luncurkan Klinik Monalisa untuk Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa

Kecamatan Tebing Tinggi meluncurkan inovasi Klinik Monalisa (Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pembangunan serta akuntabilitas pengelolaan keuangan di tingkat desa. Program ini dirancang untuk menjawab keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di desa sekaligus kerumitan prosedur pertanggungjawaban keuangan yang kerap menjadi kendala.

Salah satu pembaruan utama dalam Klinik Monalisa adalah perubahan metode layanan. Jika sebelumnya monitoring dan konsultasi dilakukan sepenuhnya secara tatap muka, pada 2024 program ini mulai menerapkan konsultasi daring melalui tautan Google Form. Skema tersebut memungkinkan aparat desa menyampaikan persoalan dan data pendukung tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan.

Melalui sistem daring, koordinasi dapat dilakukan secara real-time sehingga penyelesaian kendala administratif dinilai lebih efisien. Selain itu, proses rekomendasi serta permohonan pencairan Dana Desa disebut dapat dipercepat karena akses terhadap regulasi terbaru lebih mudah dijangkau secara digital.

Inisiator inovasi, Pahriansyah, pada Selasa (3/2/2026) menjelaskan bahwa Klinik Monalisa bertujuan memastikan setiap rupiah Dana Desa memberikan dampak nyata. Ia menyebut program ini diarahkan untuk meninjau langsung hasil kegiatan fisik di lapangan guna memperoleh gambaran realisasi yang akurat sebagai bahan evaluasi, membangun mekanisme kendali yang harmonis untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan keuangan desa, serta memberikan pembinaan intensif kepada perangkat desa terkait tata kelola keuangan yang benar.

Menurut Pahriansyah, Klinik Monalisa memiliki keunggulan dibanding sistem monitoring biasa karena melibatkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Tenaga Pendamping Profesional dari Kementerian Desa dalam proses pelaksanaannya.

Sejumlah manfaat yang disebut dirasakan desa-desa di Kecamatan Tebing Tinggi antara lain menguatkan hubungan kerja antara pemerintah desa dan pemerintah kecamatan, meningkatkan kualitas penyusunan laporan pertanggungjawaban agar sesuai regulasi, serta membantu pemerintah desa mengenali potensi lokal yang belum tergarap melalui observasi lapangan.

Keberhasilan inovasi ini, menurut data capaian 2024, terlihat dari serapan anggaran dan penyelesaian proyek fisik yang mencapai 90 persen. Capaian tersebut diproyeksikan meningkat hingga 95 persen pada 2025.