Kata Sapa Purbalingga Suguhkan Kritik Sosial Lewat Teater yang Ringan dan Menghibur

Kata Sapa Purbalingga Suguhkan Kritik Sosial Lewat Teater yang Ringan dan Menghibur

Komunitas Teater dan Sastra Kata Sapa Purbalingga memilih panggung teater sebagai medium untuk menyampaikan kritik sosial dengan cara yang ringan dan menghibur. Berbagai isu yang tengah hangat di masyarakat mereka olah menjadi pertunjukan yang dekat dengan keseharian, sehingga lebih mudah dipahami penonton.

Humas Kata Sapa, Deka Aepama, menjelaskan proses kreatif komunitas itu diawali dengan diskusi mengenai keresahan yang berkembang di masyarakat. Dari beragam topik yang muncul, para anggota kemudian menentukan karya sastra yang akan diadaptasi atau menulisnya menjadi naskah pertunjukan.

“Kami tidak pernah takut bingung habis ini pentas apa. Yang kami takutkan itu apakah minggu depan atau bulan depan kami masih bisa jujur dengan apa yang terjadi,” kata Deka dalam Pro 2 Community yang berlangsung beberapa hari lalu.

Salah satu pertunjukan terbaru mereka berjudul Yang Penting Terlihat Bekerja, adaptasi dari cerpen Kiat Sukses Menjadi Pengangguran karya Ikram Rifai. Lakon tersebut mengangkat persoalan sosial dengan balutan komedi, sehingga pesan yang disampaikan tetap terasa ringan bagi penonton.

Menurut Deka, tema yang diangkat kerap kali serius, namun dipilih cara penyampaian yang sederhana agar masyarakat tetap terhibur sekaligus menangkap pesan yang ingin disampaikan. Meski telah tampil di berbagai panggung, komunitas ini menyatakan tidak berorientasi pada keuntungan.

Kata Sapa lebih mengutamakan proses berkesenian yang menyenangkan bagi anggota maupun masyarakat yang menyaksikan pertunjukan. Semangat kolaborasi juga menjadi nilai yang terus dijaga dalam kegiatan mereka.

Ke depan, komunitas ini berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tertarik mengenal teater dan sastra. Mereka juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin bergabung tanpa proses pendaftaran yang rumit.