Anggota DPRD Kota Bogor Karina Soerbakti menilai hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Timur telah menunjukkan arah pembangunan yang komprehensif dan berbasis data. Musrenbang Bogor Timur digelar di Kota Bogor pada Rabu (21/1/2026).
Dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026), Karina menyampaikan bahwa pembahasan pembangunan kini tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta penguatan layanan publik berbasis digital.
Menurut Karina, Musrenbang Bogor Timur menggambarkan perencanaan yang tidak lagi berbasis asumsi, melainkan telah disusun berdasarkan data. Ia menilai fokus pada peningkatan SDM, digitalisasi, penekanan stunting, hingga penguatan layanan publik membuat perencanaan menjangkau tujuan yang lebih luas dan spesifik.
Karina menyebut arah pembangunan yang disusun dalam Musrenbang tersebut sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) serta misi pembangunan Kota Bogor. Ia menambahkan, usulan prioritas dari Bogor Timur akan dikelompokkan dalam empat misi pembangunan daerah, yakni Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong dan mengawal usulan yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat serta berkelanjutan. Karina juga merinci bahwa usulan yang dibahas mencakup peningkatan kualitas pendidikan dan literasi digital masyarakat, penguatan layanan kesehatan, penanganan stunting dan TBC, penurunan pengangguran dan kemiskinan, hingga perbaikan konektivitas dan infrastruktur pendukung layanan publik.
Selain itu, Karina menyoroti sejumlah program yang perlu menjadi perhatian di Bogor Timur, antara lain program pendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), peningkatan kapasitas aparatur, serta penguatan layanan administrasi berbasis digital di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Penguatan ekonomi masyarakat, penanganan stunting, pembangunan infrastruktur pendidikan, pemeriksaan kesehatan gratis, program nasional Makan Bergizi Gratis hingga konektivitas wilayah, perlu menjadi perhatian serius juga,” ujar Karina.
Terkait pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, Karina yang duduk di Komisi III bidang pembangunan dan lingkungan DPRD Kota Bogor menyatakan bahwa Pokir pada prinsipnya berfungsi melengkapi dan memperkuat hasil Musrenbang. Ia menyebut Pokir dapat mendukung usulan prioritas Musrenbang Bogor Timur, terutama yang berdampak luas dan mendesak.
“Selama sesuai dengan misi pembangunan daerah, tema RKPD, ketentuan aturan, dan kemampuan anggaran, Pokir juga dapat menampung dan mengakomodasi aspirasi warga,” kata Karina.

