Malang, 11 Agustus 2024 — Kegiatan pengabdian masyarakat untuk memperkuat kompetensi kewargaan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna digelar di Balai Desa Wonokerso, Pakisaji, Kabupaten Malang, Minggu (11/8/2024). Program ini diarahkan untuk mendukung terwujudnya Desa Wonokerso sebagai Smart Village.
Kegiatan dihadiri kepala desa dan perangkat desa, anggota karang taruna, serta dosen dan mahasiswa. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Rista Ayu Mawarti, S.Pd., M.Pd., dosen HKN Universitas Negeri Malang, bersama tim.
Dalam kegiatan tersebut, karang taruna didorong membentuk satuan tugas (satgas) antihoaks. Melalui diskusi dan tanya jawab, peserta mendapatkan pembekalan mengenai upaya meminimalkan penyebaran informasi palsu, terutama di lingkup keluarga. Para narasumber juga menyampaikan rekomendasi alat bantu (tools) untuk memeriksa kebenaran berita maupun video yang beredar.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan Kepala Desa Wonokerso, Nariyadi. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada dosen, mahasiswa, dan berbagai pihak yang telah terlibat dalam pengabdian ini. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa kepedulian di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan materi “Optimalisasi Kontribusi Pemuda Melalui Karang Taruna” oleh Rian Gabriel Irianto dari Komunitas Dulur NeverEnd, dilanjutkan materi “Gerakan Pemuda Anti Hoax” oleh Laksamana Pramana Agung dari Ikatan Alumni Mahasiswa HKN UM.
Selain pemaparan materi, peserta dari karang taruna dan mahasiswa mengikuti sesi diskusi. Dalam forum tersebut, karang taruna membahas langkah awal yang perlu dilakukan untuk membentuk satgas antihoaks. Para pemateri dan ketua pelaksana menyatakan kesiapan untuk mendampingi proses pembentukan satgas tersebut.
Panitia menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal yang diharapkan memberi dampak lebih luas dalam mendukung upaya Desa Wonokerso menuju Smart Village.

