Jaecoo menawarkan skema price lock insurance untuk menjaga harga SUV listrik murni pertamanya, J5, tetap sama meski ada potensi perubahan peraturan pemerintah terkait mobil listrik. Langkah ini diambil di tengah belum terbitnya regulasi baru yang sempat diwacanakan, termasuk kemungkinan hilangnya insentif yang selama ini membuat harga mobil listrik lebih menarik.
Sejumlah perhitungan memperkirakan, apabila aturan baru diberlakukan, harga kendaraan listrik dapat naik sekitar 10 persen. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi konsumen yang sudah melakukan pemesanan J5, terutama karena tidak semua unit dapat dikirimkan pada 2025.
Jaecoo, yang berada di bawah Chery Group, melaporkan permintaan J5 cukup tinggi. Hingga 31 Desember 2025, J5 disebut telah dipesan mencapai 12.000 unit. Dengan jumlah tersebut, pengiriman sebagian besar unit diperkirakan baru terealisasi pada 2026, sehingga ada risiko harga menyesuaikan apabila regulasi baru berlaku setelah 2025.
President Director Chery Group, Zhen Shuo, mengatakan perusahaan menawarkan price lock insurance agar harga J5 tetap mengacu pada banderol resmi yang diumumkan, yakni Rp 245,9 juta untuk varian Standard dan Rp 299,9 juta untuk varian Premium.
“Kami menawarkan price lock insurance, yang menjaga harga Jaecoo J5 tetap di angka saat diumumkan harga resminya yakni tertinggi di Rp 299,9 juta,” ujar Zhen Shuo.
Ia menjelaskan, biaya price lock insurance sekitar Rp 8 juta dan akan ditambahkan pada harga mobil. Dengan skema tersebut, apabila peraturan pemerintah yang baru berlaku dan memicu kenaikan harga, konsumen tetap membayar sesuai penawaran awal.
Namun, program ini bersifat terbatas. Jaecoo menyatakan price lock insurance hanya berlaku untuk unit J5 yang sudah dipesan sejak 2025. Untuk pemesanan pada 2026, skema tersebut tidak berlaku, sementara harga unit yang dipesan di 2026 disebut masih menunggu kepastian regulasi baru.

