Industri gim lokal di Indonesia menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, didorong luasnya pasar, kreativitas pengembang, serta dukungan kebijakan pemerintah. Sejumlah judul buatan studio Tanah Air bahkan meraih pengakuan internasional. Namun, di tengah capaian tersebut, pangsa gim lokal di pasar domestik masih sangat kecil, hanya sekitar 0,5% dari gim yang dimainkan masyarakat Indonesia.
Industri gim menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh cepat. Pada 2021, subsektor aplikasi dan gim tercatat menyumbang Rp31,25 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan laju pertumbuhan 9,17%, menjadikannya subsektor dengan pertumbuhan tertinggi kedua setelah televisi dan radio. Dari sisi pasar, Indonesia memiliki 174,1 juta pemain gim pada 2022 dan tercatat sebagai pasar mobile game terbesar ketiga berdasarkan unduhan di Google Play, memperlihatkan potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan gim di Asia Tenggara.
Produktivitas pengembang juga terlihat dari jumlah gim yang dirilis. Hingga Januari 2024, Indonesia telah menghasilkan 256 gim di platform Steam, terbanyak di Asia Tenggara. Sejumlah karya lokal mulai mendapat tempat di panggung global, di antaranya A Space for The Unbound garapan Toge Productions dan Mojiken Studios. Gim ini meraih penghargaan internasional, termasuk kategori “Future Division” di Japan Game Awards 2022 dan “Best Storytelling” di SEA Games Awards 2020. Dengan latar Indonesia era 1990-an dan tema kesehatan mental, judul tersebut menunjukkan bahwa narasi lokal dapat diterima pasar internasional.
Selain mengandalkan cerita, beberapa gim lokal juga menonjolkan unsur budaya Indonesia. Lokapala menghadirkan mitologi dan sejarah Nusantara, sementara Escape from Naraka mengusung budaya Bali dengan pemanfaatan teknologi pemindaian 3D. Ada pula Fantasy Town dari Garena yang memperkenalkan landmark budaya seperti Candi Borobudur dan Monas. Kehadiran unsur budaya ini memperlihatkan potensi gim sebagai media edukasi yang menarik sekaligus upaya meningkatkan daya saing konten lokal di pasar global.
Aktivitas pengembang Indonesia di ajang internasional juga meningkat. Mereka tercatat ikut serta dalam sejumlah pameran dan forum industri seperti Tokyo Game Show dan Game Connection America. Pada 2023, delapan pengembang Indonesia berpartisipasi di Game Connection America. Di tingkat komunitas, kegiatan seperti Global Game Jam 2024 melibatkan 633 peserta yang menghasilkan 126 karya gim dalam waktu 48 jam, mencerminkan tingginya kreativitas dan minat pengembangan gim di dalam negeri.
Meski demikian, tantangan utama industri gim lokal masih terlihat pada penerimaan pasar domestik. Data menunjukkan 99,5% gim yang dimainkan masyarakat Indonesia merupakan produk asing, sehingga gim lokal hanya menguasai 0,5% pasar. Salah satu hambatan yang disebut adalah belum meratanya standar kualitas talenta pengembang, sementara preferensi gamer cenderung mengarah pada detail grafis dan kualitas teknis gim asing. Hingga 2022, dari 85 pengembang gim nasional yang terdaftar, banyak yang masih kesulitan memenuhi ekspektasi pasar global.
Kenaikan ekspektasi terhadap kualitas juga berdampak pada biaya produksi. Ketika standar teknis meningkat, kebutuhan sumber daya untuk pengembangan turut membesar. Di sisi lain, banyak pengembang lokal masih mengandalkan penjualan gim sebagai sumber pendanaan, yang pada praktiknya dapat membatasi skala pengembangan.
Untuk memperkuat ekosistem, pemerintah mengambil sejumlah langkah dukungan. Salah satunya melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional, yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem gim nasional melalui pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menjalankan program Indonesia Games Developer Exchange (IGDX) sejak 2019 untuk pengembangan talenta. Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memfasilitasi pengembang lokal di ajang internasional serta mendukung penyelenggaraan kegiatan seperti Piala Presiden eSport.
Keberhasilan gim lokal di kancah global menunjukkan kapasitas pengembang Indonesia dalam menghasilkan karya berkualitas dengan ciri khas budaya. Namun dominasi gim asing di pasar domestik menandakan perlunya penguatan strategi pemasaran dan peningkatan kualitas teknis agar produk lokal lebih kompetitif. Dalam konteks pengembangan, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) disebut dapat mempercepat proses produksi, sementara pendekatan gamification dinilai membuka peluang diversifikasi ke sektor korporasi. Perpres Nomor 19/2024 diharapkan menjadi salah satu katalis untuk mendorong daya saing sekaligus memperbesar pangsa pasar gim lokal di Indonesia.

