IAIN Sorong Gelar Konferensi Internasional Bahas Isu Sosial-Keagamaan dan Peran Papua di Era Global

IAIN Sorong Gelar Konferensi Internasional Bahas Isu Sosial-Keagamaan dan Peran Papua di Era Global

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menggelar International Conference on Contemporary Issues in Socio-Religious Studies di Aula IAIN Sorong, Papua Barat Daya, Senin (9/3/2026). Konferensi ini menghadirkan akademisi dari berbagai negara untuk membahas isu-isu sosial keagamaan dalam konteks globalisasi.

Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram, mengatakan konferensi internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi akademik dalam memahami dinamika sosial, budaya, dan keberagamaan di Papua. Ia berharap kajian para peneliti tidak berhenti pada diskusi terbatas, tetapi dapat menjangkau diskursus yang lebih luas hingga tingkat global.

“Melalui kajian akademik tentang kondisi sosial, budaya, dan keberagamaan di Papua, para akademisi dapat memberikan kontribusi ilmiah yang berdampak luas. Hal ini juga akan membuat wilayah kita semakin dikenal di dunia internasional,” ujar Suparto.

Ia juga menilai Sorong memiliki potensi besar untuk dikenal tidak hanya karena keindahan alam sebagai destinasi wisata global, tetapi juga karena kekayaan tradisi, budaya, serta kehidupan sosial keagamaannya. Dalam kesempatan itu, Suparto memaparkan empat visi besar IAIN Sorong, yakni menjadi perguruan tinggi unggul melalui penemuan pengetahuan baru, mengedepankan moderasi beragama di tengah masyarakat plural, memiliki wawasan global, serta mengembangkan kreativitas berbasis kearifan lokal.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan konferensi tersebut. Dalam sambutan yang dibawakan dalam Bahasa Inggris, ia menilai kegiatan akademik berskala global menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembangunan sosial keagamaan di tengah dinamika globalisasi.

“Konferensi ini menjadi ruang diskusi akademik untuk membahas berbagai tantangan sosial keagamaan, termasuk moderasi beragama, keberagaman budaya, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat,” kata Ahmad.

Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan ras di Provinsi Papua Barat Daya merupakan modal sosial penting yang perlu dikelola dengan baik agar tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis.

Apresiasi juga disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang hadir secara daring. Ia menilai konferensi internasional di Sorong merupakan langkah penting untuk menunjukkan bahwa Papua adalah bagian penting dari Indonesia yang terus berkembang dalam bidang pendidikan dan keilmuan.

“Melalui forum akademik seperti ini kita mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Papua adalah wilayah yang damai, terbuka untuk pengembangan ilmu pengetahuan, serta memiliki kekayaan budaya dan spiritualitas yang besar,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan dalam menghadapi tantangan global, terutama di era digital dan perkembangan teknologi yang pesat.

Konferensi ini menghadirkan pembicara utama dari berbagai negara, di antaranya Prof. Dr. Tomas Lindgrem dari UMEA University, Swedia, dan Prof. Dr. H. Zaenudin Prasojo dari IAIN Pontianak yang hadir langsung di IAIN Sorong. Sejumlah akademisi internasional lainnya bergabung secara daring, di antaranya Dr. Noorhayati dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam; Prof. Madya Dr. Hadenan Towpek dari UITM Sarawak, Malaysia; serta Dr. Salih Yousif Sharf dari Universitas Ghezira, Sudan, bersama akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Sejumlah subtema dibahas dalam forum tersebut, antara lain hukum Islam dan hak asasi manusia, comparative family law in Muslim societies, pembelajaran bahasa dan pendidikan Islam dalam masyarakat kontemporer, manajemen dan kepemimpinan lembaga keagamaan, pendekatan statistik dan kuantitatif dalam penelitian sosial keagamaan, hingga integrasi sains dan agama.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan rangkaian diskusi akademik, presentasi penelitian, serta pertukaran gagasan antarakademisi dari berbagai negara. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Prof. Dr. Tomas Lindgrem dari UMEA University, Swedia, dengan Dekan Prodi S1 dan S2 IAIN Sorong untuk kolaborasi di bidang pendidikan serta sosial-budaya antara kedua perguruan tinggi.