Hujan Beruntun Picu Banjir Bandang dan Longsor di Lereng Gunung Slamet, Empat Kabupaten Terdampak

Hujan Beruntun Picu Banjir Bandang dan Longsor di Lereng Gunung Slamet, Empat Kabupaten Terdampak

Bencana hidrometeorologi meluas terjadi di kawasan lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, akibat curah hujan tinggi berdurasi panjang yang turun beruntun dalam beberapa hari terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian kejadian berupa banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem berdampak pada korban jiwa, kerusakan infrastruktur, gangguan akses wilayah, serta pengungsian warga di Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal.

Di lereng timur Gunung Slamet yang mencakup wilayah Kabupaten Purbalingga, hujan berintensitas tinggi memicu banjir bandang dan angin kencang pada Jumat (23/1) di Kecamatan Rembang dan Kecamatan Karangreja. Luapan sungai dari wilayah hulu disertai sedimen berupa lumpur, batu, dan kayu menerjang permukiman serta menutup akses jalan di Desa Serang dan Desa Kutabawa.

Hasil kaji cepat sementara mencatat satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Selain itu, satu rumah dilaporkan rusak berat dan satu rumah rusak ringan akibat cuaca ekstrem. Banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terisolir, serta memutus total Jembatan Kali Bambangan.

BNPB melaporkan 31 kepala keluarga atau 110 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman di Desa Kutabawa. Hingga Sabtu (24/1/2026) siang, hujan lebat masih terjadi dan pemadaman listrik di sejumlah titik menghambat komunikasi serta penanganan darurat.

Sementara itu, di lereng utara Gunung Slamet wilayah Kabupaten Pemalang, banjir bandang terjadi pada Jumat (23/1) sore hingga Sabtu (24/1) dini hari, sekitar pukul 17.30 WIB hingga 03.30 WIB. Curah hujan tinggi meningkatkan debit sungai secara signifikan dan memicu banjir bandang di Desa Gunungsari, Desa Penakir, dan Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima, Kecamatan Moga.

Dampaknya meliputi kerusakan empat rumah warga, satu fasilitas ibadah, serta infrastruktur penghubung antarwilayah. Dua jembatan penghubung desa dilaporkan terputus dan Jembatan Sungai Reas mengalami kerusakan struktural.

Dalam kejadian di Pemalang, BNPB mencatat satu orang meninggal dunia, dua orang luka berat, sekitar 22 orang luka ringan, serta 119 warga mengungsi dan ditampung di Kantor Kecamatan Pulosari. Cuaca di wilayah terdampak dilaporkan masih sering hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kabut dan angin.

Di lereng barat Gunung Slamet wilayah Kabupaten Brebes, hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang pada Sabtu (24/1) sejak pukul 05.00 WIB memicu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Kecamatan Sirampog, Kecamatan Bumiayu, dan Kecamatan Paguyangan.

Kerusakan yang dilaporkan mencakup sembilan rumah rusak berat dan hanyut, dua rumah rusak sedang, serta 11 rumah terdampak. Selain itu, pohon tumbang menutup jalan dan menimpa jaringan listrik, terjadi pergerakan tanah di Dukuh Pengasinan, serta longsor pada tebing penahan Jalan Provinsi Sirampog–Tuwel.

Banjir Kali Keruh juga merusak ruas jalan kabupaten Adisana–Cilibur sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi talud sekitar lima meter. Banjir bandang dilaporkan masuk ke permukiman warga di RT 01, 02, dan 04 RW 01. Hingga Sabtu siang, hujan masih berlangsung dan sebagian lokasi belum dapat dilakukan asesmen lanjutan karena cuaca buruk serta padamnya aliran listrik.

Di bagian barat laut lereng Gunung Slamet, banjir bandang kembali terjadi di kawasan Obyek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 01.30 WIB. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan banjir bandang pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung yang melintasi kawasan wisata.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut kejadian tersebut sebagai banjir bandang kedua dalam waktu dekat di kawasan wisata Guci. Dampaknya mengakibatkan perubahan morfologi alur sungai serta kerusakan sejumlah sarana wisata, antara lain ambruknya Jembatan Jedor dan jembatan di wilayah Pancuran 13, kerusakan area wisata Pancuran 13 dan Pancuran 5, kerusakan jembatan gantung Pancuran 5, serta satu unit excavator mini yang hanyut terbawa arus.

BNPB menyatakan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga pada kejadian di Guci. Aktivitas wisata di beberapa titik terdampak dihentikan sementara untuk mengurangi risiko keselamatan pengunjung.

BNPB menjelaskan, berdasarkan kaji cepat yang mengacu pada analisis forensik bencana sementara, rangkaian kejadian turut dipengaruhi karakteristik lereng Gunung Slamet yang bertopografi curam, memiliki jaringan sungai berhulu pendek, serta rentan terhadap peningkatan aliran permukaan saat hujan ekstrem. Akumulasi curah hujan di wilayah hulu memicu respons hidrologi cepat, meningkatkan potensi banjir bandang bermuatan sedimen tinggi, dan memperbesar peluang longsor pada lereng serta tebing sungai. Perubahan alur dan pendangkalan sungai pada sejumlah DAS juga dinilai meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir.

Untuk mitigasi, BNPB mendorong penguatan pengelolaan DAS dan kawasan lereng Gunung Slamet secara terpadu, termasuk penataan dan normalisasi alur sungai, penguatan struktur pengaman tebing dan jembatan, serta pengendalian pemanfaatan ruang di zona rawan banjir bandang dan longsor. BNPB juga menekankan pentingnya peningkatan sistem peringatan dini berbasis curah hujan dan debit sungai, pembatasan aktivitas di kawasan wisata alam saat hujan lebat, serta penguatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat di wilayah hulu dan hilir DAS.

Dalam penanganan darurat, BNPB bersama BPBD kabupaten terdampak dan BPBD Provinsi Jawa Tengah melakukan koordinasi lintas sektor. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga ke lokasi aman, pengamanan area berbahaya, pembersihan material banjir dan longsor, pembukaan akses jalan yang terputus, pendataan korban serta kerusakan, dan pengelolaan lokasi pengungsian.

BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah Jawa Tengah melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Kegiatan ini mencakup penaburan bahan semai NaCl (natrium klorida) dan CaO (kalsium oksida) untuk mereduksi curah hujan berlebih di wilayah hulu, meminimalkan risiko banjir bandang, serta mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak. Untuk kawasan wisata Guci, koordinasi dilakukan dengan Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah terkait pembenahan alur DAS Gung dan perencanaan pemasangan jembatan Bailey sebagai akses sementara.

Abdul Muhari mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan lereng Gunung Slamet serta sepanjang alur sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana susulan. BNPB juga meminta warga memantau informasi cuaca dan peringatan dini serta mematuhi arahan petugas di lapangan guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.