Hoaks yang Mencatut Pejabat Publik Kian Marak, Ini Contoh Klaim yang Beredar di Media Sosial

Hoaks yang Mencatut Pejabat Publik Kian Marak, Ini Contoh Klaim yang Beredar di Media Sosial

Penyebaran hoaks yang mencatut nama pejabat publik di Indonesia kian marak. Berbagai tokoh, mulai dari presiden hingga menteri, kerap dijadikan sasaran informasi palsu yang berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu integritas informasi.

Hoaks semacam ini disebut memiliki beragam motif, dari kepentingan politik hingga ekonomi, dengan tujuan memecah belah masyarakat. Penyebarannya tidak hanya berlangsung di media sosial, tetapi juga melalui aplikasi percakapan, sehingga dapat menjangkau jutaan akun dan diakses berkali-kali.

Berikut sejumlah contoh klaim yang beredar dan mencatut pejabat publik.

Klaim Menag Nasaruddin Umar soal zakat dan infak untuk masjid di IKN

Di media sosial beredar unggahan yang mengatasnamakan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Unggahan tersebut menyebut uang zakat dan infak akan digunakan untuk pembangunan masjid di Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu unggahan ditemukan di Facebook dan diposting pada 27 Maret 2025.

Unggahan itu memuat judul artikel: “Menag Nazaruddin Umar Uang Zakat Uang Infak akan Digunakan Buat Masjid Di Ibukota baru IKN”. Pengunggah juga menambahkan narasi: “Dari dulu menag ga pernah ada yg eucreug.....”.

Foto Presiden Prabowo bersama Donald Trump disebut memamerkan produk daging babi

Unggahan lain menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam narasinya, unggahan itu menuduh Presiden Prabowo memamerkan produk daging babi. Konten tersebut ditemukan beredar di Facebook dan salah satunya diposting pada 27 Februari 2026.

Narasi yang menyertai foto antara lain berbunyi: “Pamer Daging Babi Prabowo dan Donal Tram. MUI Jangan di Makan makanan haram” serta “Pamer daging babi Prabowo & Donal Tram. Bagaimana Menurut Natizen??..”.

Video Wapres Gibran disebut mengumumkan bantuan dana spesial Ramadan Rp 25 juta

Selain itu, beredar pula klaim berupa video Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebut mengumumkan bantuan dana spesial Ramadan sebesar Rp 25 juta. Informasi tersebut diunggah oleh salah satu akun Facebook pada 25 Februari 2026.

Dalam unggahan itu tertulis: “Spesial Bulan ramadhan kami berikan dana sebesar Rp 25.000.000” disertai bagian “SYARAT & KETENTUAN” yang meminta pengguna untuk menyukai dan membagikan postingan.

Video yang menyertai unggahan memuat pernyataan yang diklaim sebagai Gibran, di antaranya: “Assalamualaikum saya Gibran Rakabuming Raka hari ini mengumumkan kepada seluruh rakyat yang sedang membutuhkan biaya sekolah, biaya kuliah, bayar utang, modal usaha atau keluhan ekonomi, bisa langsung cair dengan hanya like share dan komentar kamu dari kota mana. Sesimpel itu asal jangan dipergunakan untuk foya foya, saya akan membantu”.

Maraknya konten yang mencatut pejabat publik ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap informasi yang beredar, terutama yang disebarkan melalui media sosial dan aplikasi percakapan.