Hoaks berupa video pengumuman dana bantuan untuk modal usaha hingga biaya sekolah kembali marak beredar di media sosial. Sejumlah konten menyesatkan tersebut disebut dibuat dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kerap mencatut atau mengatasnamakan tokoh terkenal maupun pejabat pemerintahan.
Sejumlah unggahan yang beredar menampilkan narasi seolah-olah tokoh tertentu membagikan bantuan langsung tunai, modal usaha, sembako, hingga bantuan biaya sekolah. Konten-konten itu juga umumnya menyertakan ajakan untuk menghubungi nomor atau fitur pesan tertentu melalui WhatsApp atau Messenger.
Berikut daftar klaim video hoaks terkait pengumuman bantuan modal usaha yang beredar di media sosial:
1. Klaim video Sandiaga Uno membagikan bantuan langsung tunai, modal usaha, dan sembako
Beredar unggahan di Facebook pada 21 Juni 2026 yang mengklaim menampilkan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membagikan bantuan langsung tunai, modal usaha, dan sembako. Dalam unggahan itu, narasi menyebut bantuan tidak hanya berlaku di Pulau Jawa dan mengajak warganet menghubungi melalui WhatsApp. Postingan juga disertai caption “Jalin tautan dengan Sandiaga Salahuddin uno” serta menu kirim pesan.
2. Klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha Rp 100 juta
Unggahan lain di Facebook sejak 29 Mei 2026 mengklaim menampilkan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengumumkan program bantuan modal usaha pemerintah sebesar Rp 100 juta. Narasi dalam unggahan mengajak masyarakat yang membutuhkan untuk menghubungi melalui Messenger atau meninggalkan komentar. Video juga memuat caption yang meminta warganet melakukan “like & share” dan menyebut informasi bantuan sosial dikirim lewat Messenger, disertai menu kirim pesan.
3. Klaim video Gibran Rakabuming Raka mengumumkan bantuan biaya sekolah hingga modal usaha
Pada 1 Juli 2026, beredar unggahan Facebook yang mengklaim menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengumumkan bantuan biaya sekolah, biaya kuliah, bayar utang, hingga modal usaha. Narasi menyebut bantuan bisa “langsung cair” dengan syarat “like, share, dan komentar” asal kota. Unggahan itu disertai caption “Yang sedang membutuhkan” dan tautan atau fitur kirim pesan.
Konten-konten tersebut beredar luas di media sosial dengan pola serupa, yakni mengatasnamakan tokoh tertentu dan mendorong warganet untuk menghubungi melalui jalur pesan pribadi. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap video pengumuman bantuan yang meminta interaksi tertentu atau mengarahkan komunikasi ke nomor maupun akun pesan yang tidak jelas.