Hoaks Tautan Pendaftaran Guru dan ASN Sekolah Rakyat Marak di Media Sosial

Hoaks Tautan Pendaftaran Guru dan ASN Sekolah Rakyat Marak di Media Sosial

Sejumlah hoaks terkait Sekolah Rakyat beredar di media sosial. Informasi menyesatkan yang paling sering muncul berkaitan dengan pendaftaran guru maupun aparatur sipil negara (ASN) untuk program tersebut.

Unggahan hoaks umumnya menyertakan tautan pendaftaran. Namun, ketika tautan diklik, pengguna diarahkan ke halaman yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.

Berikut rangkuman beberapa klaim yang beredar:

1. Klaim tautan pendaftaran guru Sekolah Rakyat 2026
Salah satu unggahan di Facebook pada 14 Juni 2026 memuat klaim “Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2026 masih dibuka” dan menyebut kebutuhan 35.053 formasi untuk penempatan di 100 lokasi tahap pertama. Unggahan itu juga menampilkan poster bertuliskan “Lulus Langsung Jadi ASN!”, “Dapat Tukin”, dan “Dapat TPG”, serta menyertakan tautan pendaftaran. Tautan tersebut mengarah ke laman formulir yang meminta data pribadi.

2. Klaim tautan pendaftaran ASN pada Sekolah Rakyat
Unggahan lain di Facebook pada 9 Desember 2025 mengklaim adanya “Pengumuman Pengadaan Aparatur Sipil Negara pada Sekolah Rakyat di Lingkungan Kementerian Sosial Tahun 2025” disertai menu pendaftaran. Saat diklik, pengguna diarahkan ke tautan yang kemudian membuka formulir digital dan meminta identitas, termasuk nama dan nomor Telegram.

3. Klaim tautan pendaftaran seleksi PPPK jabatan fungsional guru Sekolah Rakyat
Pada 26 September 2025, beredar unggahan di Facebook yang menyatakan Kementerian Sosial membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru Sekolah Rakyat Tahap II Tahun Anggaran 2025. Unggahan tersebut menyertakan tombol “daftar sekarang” yang mengarah ke laman berisi formulir digital dan permintaan data, seperti nama sesuai KTP serta nomor Telegram aktif.

Masyarakat diimbau waspada terhadap tautan pendaftaran yang beredar di media sosial, terutama yang meminta data pribadi melalui formulir daring.