Sejumlah unggahan di media sosial menyebarkan narasi bahwa Presiden Prabowo Subianto memanggil mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan untuk memperlihatkan ijazah asli, menyusul tudingan ijazah palsu yang diarahkan kepada Jokowi.
Dalam unggahan tersebut, turut disertakan gambar yang menggambarkan Jokowi seolah tertunduk di hadapan Prabowo, sementara Prabowo terlihat menunjuk ke arah Jokowi. Narasi dan visual itu kemudian dikaitkan dengan isu ijazah yang saat ini dipersoalkan, termasuk klaim bahwa Jokowi memiliki ijazah palsu dari Universitas Gadjah Mada yang digunakan saat mendaftar sebagai calon presiden dan telah bergulir di pengadilan.
Namun, informasi yang menyebut Prabowo memanggil Jokowi ke Istana untuk menunjukkan ijazah asli merupakan hoaks. Tidak ada peristiwa pemanggilan Jokowi ke Istana Kepresidenan dengan agenda pembuktian ijazah, dan unggahan tersebut tidak disertai rujukan kredibel.
Prabowo memang memanggil sejumlah mantan presiden, termasuk Jokowi, pada 3 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, Prabowo meminta pandangan mereka terkait dua isu besar.
Pertama, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keikutsertaan Indonesia dalam BOP menjadi kontroversi karena Israel juga bergabung.
Kedua, Prabowo memaparkan diplomasi terkait tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Tidak ada pembahasan mengenai ijazah dalam agenda tersebut. Selain itu, gambar yang beredar dalam unggahan dinyatakan sebagai hasil rekayasa digital.

