Informasi mengenai rekrutmen Pendamping Lokal Desa periode Mei 2026 beredar melalui sejumlah unggahan di media sosial. Dalam narasinya, unggahan tersebut menyebut proses rekrutmen dilakukan tanpa dipungut biaya dan mencantumkan sejumlah persyaratan.
Unggahan itu juga mengarahkan masyarakat yang berminat untuk mendaftar melalui nomor WhatsApp yang dicantumkan. Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar dan perlu diwaspadai karena merupakan hoaks.
Narasi rekrutmen semacam ini disebut sebagai modus penipuan yang umum, yakni menawarkan kesempatan yang terlihat menarik agar calon korban terdorong menghubungi pihak tertentu.
Pemerintah membantah kabar adanya rekrutmen tersebut. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyatakan saat ini belum ada rekrutmen pendamping lokal desa.
Ia menjelaskan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) tengah melakukan evaluasi program pendamping desa. Dari total 34.000 pendamping desa, sebanyak 8.000 telah dievaluasi.