Hoaks pendaftaran lowongan kerja melalui aplikasi pesan instan WhatsApp kian marak beredar di Indonesia. Modus kejahatan siber ini memanfaatkan kemudahan komunikasi sekaligus kebutuhan masyarakat akan pekerjaan untuk menjerat korban.
Dalam berbagai unggahan di media sosial, pelaku biasanya menawarkan gaji tinggi dan pekerjaan yang terlihat mudah. Tidak jarang, nama perusahaan atau instansi dikenal turut dicatut untuk meyakinkan calon korban. Situasi ini menjadi perhatian karena dapat merugikan banyak pihak, terutama pencari kerja yang tergiur janji tanpa melakukan verifikasi memadai.
Sejumlah klaim terkait pendaftaran lowongan kerja lewat WhatsApp terpantau beredar, termasuk yang mengatasnamakan program atau lembaga tertentu. Berikut beberapa contoh klaim yang ditemukan.
Klaim pendaftaran Pendamping Lokal Desa (PLD) 2026
Seorang pengguna Facebook pada 5 Mei 2026 mengunggah informasi yang menyebut “Lowongan Pendamping Lokal Desa (PLD) 2026 resmi dibuka” dan mengatasnamakan Kementerian Desa. Dalam unggahan tersebut tercantum berbagai janji, antara lain gaji hingga Rp15 juta, peluang peningkatan status menjadi PPPK/P3K, serta penempatan di daerah asal.
Unggahan itu juga menekankan pendaftaran gratis dan menyertakan menu atau tautan menuju kanal WhatsApp yang jika diklik mengarah ke akun WhatsApp tertentu.
Klaim rekrutmen anggota Bawaslu kabupaten/kota
Klaim lain ditemukan dalam unggahan Facebook pada 18 Februari 2026. Unggahan tersebut menyertakan poster bertuliskan rekrutmen Bawaslu kabupaten/kota, dengan keterangan pendaftaran gratis terbatas untuk 100 pelamar.
Poster itu memuat informasi posisi “Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia” beserta persyaratan, termasuk pendidikan minimal SMA/SMK dan usia maksimal 30 tahun. Dalam postingan tersebut juga terdapat menu atau tautan WhatsApp sebagai jalur pendaftaran.
Klaim pendaftaran rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2026
Unggahan Facebook pada 28 Januari 2026 memuat klaim bahwa rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2026 “resmi dibuka” dengan jumlah formasi disebut mencapai 32.000 posisi. Unggahan itu mencantumkan syarat umum seperti WNI, usia 20–50 tahun, tidak berstatus CPNS/PNS/PPPK aktif, serta pendaftaran gratis.
Postingan tersebut juga menyertakan poster “Lowongan Kerja 2026” dengan daftar posisi seperti tim masak, tim packing, tim kebersihan, tim persiapan, tim keamanan, dan tim distribusi. Dalam poster disebutkan kualifikasi antara lain pria dan wanita, “tidak diperlukan ijazah”, rentang gaji Rp3,7 juta–Rp4,7 juta, serta “tidak ada batasan usia”. Seperti klaim lainnya, unggahan ini menautkan pendaftaran melalui WhatsApp.
Maraknya informasi semacam ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian saat menerima tawaran kerja yang mengarahkan pendaftaran melalui WhatsApp, terutama jika disertai janji berlebihan atau mengatasnamakan instansi tertentu tanpa kanal resmi yang jelas.