Informasi palsu terkait pendaftaran bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) kembali marak beredar di media sosial. Unggahan semacam ini umumnya menyertakan tautan yang jika diklik tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.
Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan berkedok bantuan pertanian. Ditjen PSP menyatakan tidak pernah membuka pendaftaran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, pestisida, maupun program lainnya melalui media sosial, tautan (link), atau pesan berantai.
Sejumlah unggahan yang beredar menampilkan klaim pendaftaran bantuan untuk tahun 2026 dengan berbagai narasi dan poster. Modusnya serupa, yakni mengarahkan pengguna ke tautan tertentu yang kemudian meminta data pribadi.
Klaim 1: Link pendaftaran bantuan alat pertanian APBN 2026
Salah satu unggahan di Facebook pada 12 Juli 2026 memuat klaim “penyaluran bantuan alat pertanian terbaru APBN tahun 2026” dan mengajak pengguna mendaftar melalui tautan. Poster yang disertakan mencantumkan daftar alat pertanian, antara lain rice transplanter, corn harvester, combine harvester, excavator, pompa air, hand tractor, traktor roda 4, sprayer elektrik, hingga drone sprayer.
Tautan pendaftaran yang dicantumkan mengarahkan pengguna ke jalur Telegram. Ketika dibuka, pengguna diarahkan ke halaman situs berisi formulir digital yang meminta identitas pribadi, seperti nama dan nomor Telegram aktif.
Klaim 2: Link pendaftaran bantuan alat pertanian dan bibit perikanan 2026
Unggahan lain di Facebook pada 5 Mei 2026 menyebut adanya “program bantuan sektor pertanian & perikanan dari pemerintah” yang mencakup alat pertanian dan bibit perikanan. Dalam narasinya, unggahan itu mencantumkan kriteria penerima seperti petani pemula, kelompok tani, serta pekerja yang membutuhkan dukungan usaha, dan menyatakan program berlaku hingga Desember. Pengunggah juga menuliskan bahwa tautan pendaftaran ada di bio profil.
Saat tautan di bio diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama sesuai KTP serta nomor Telegram.
Klaim 3: Link pendaftaran bantuan alsintan 2026 dari Kementan
Unggahan Facebook pada 24 April 2026 juga memuat klaim bantuan APBN pertanian 2026, disertai ajakan mendaftar melalui tautan tertentu. Unggahan tersebut dilengkapi poster bertuliskan “penyaluran bantuan alat pertanian APBN tahun 2026” atas nama Ditjen PSP Kementan dan tombol/menu pendaftaran.
Ketika menu pendaftaran diklik, pengguna diarahkan ke tautan yang membuka halaman situs berisi formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama lengkap serta nomor Telegram.
Dengan adanya pola unggahan yang mengatasnamakan program bantuan dan mengarahkan masyarakat ke tautan tidak resmi, Ditjen PSP Kementan kembali menegaskan bahwa mereka tidak membuka pendaftaran bantuan melalui media sosial, tautan, atau pesan berantai. Masyarakat diminta berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.