Hoaks terkait kuis tebak kata berhadiah kembali beredar di media sosial. Pola yang muncul serupa, yakni mencatut nama tokoh terkenal dan mengarahkan pengguna untuk mengirim jawaban melalui tautan pesan.
Salah satu hoaks terbaru mencatut nama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Selain itu, klaim serupa juga mengatasnamakan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Berikut rangkuman sejumlah klaim yang beredar beserta gambaran isinya.
1. Klaim video Menkeu Purbaya umumkan kuis tebak nama kota
Sebuah unggahan Facebook pada 12 Juli 2026 menampilkan klaim video Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut mengumumkan kuis tebak nama kota. Dalam unggahan itu, tercantum ajakan agar warganet meninggalkan jawaban melalui messenger atau kolom komentar, disertai kuis “Tebak nama kota S_R_B_YA”. Unggahan juga memuat narasi “event giveaway” dan menyertakan tautan kirim pesan.
2. Klaim video Anies Baswedan umumkan kuis tebak kata berhadiah Rp 100 juta
Klaim lain beredar melalui unggahan Facebook sejak 19 April 2026. Unggahan tersebut menyebut adanya “Tebak Kata Berhadiah” dengan iming-iming Rp 100.000.000 dan menyertakan video Anies Baswedan. Dalam narasi video, disebutkan hadiah Rp 100 juta bagi yang berhasil menebak kata dari gambar, dengan batas waktu “hanya berlaku hari ini”, serta ajakan mengirim jawaban lewat messenger. Unggahan itu juga menyertakan tautan kirim pesan.
3. Klaim video Dedi Mulyadi adakan kuis tebak kata berhadiah ratusan juta rupiah
Pada 25 Mei 2026, sebuah akun Facebook mengunggah klaim video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang disebut mengadakan kuis tebak kata berhadiah ratusan juta rupiah. Unggahan memuat ajakan menebak pertanyaan dan menyebut akan mendapatkan “rezeki” dari yang bersangkutan. Kuis yang ditampilkan antara lain “Ayo tebak nama pulau yang terletak di timur. P_P_A”. Dalam narasi yang menyertai, terdapat permintaan agar pengguna mengirim jawaban dan nomor WhatsApp melalui pesan messenger, serta disertai tautan kirim pesan.
Rangkaian klaim tersebut menunjukkan hoaks kuis tebak kata berhadiah masih kerap memanfaatkan nama tokoh publik dan menyertakan tautan pesan untuk menjaring respons pengguna.