Hoaks Kembali Catut Nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dari Kuis Berhadiah hingga Tebus Motor Murah

Hoaks Kembali Catut Nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dari Kuis Berhadiah hingga Tebus Motor Murah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menampilkan video dan poster yang mencatut namanya, disertai klaim program bagi-bagi uang, kuis berhadiah, hingga penawaran tebus motor murah.

Salah satu klaim yang kembali muncul adalah video yang disebut menampilkan Dedi Mulyadi mengadakan kuis tebak kata berhadiah ratusan juta rupiah. Namun, berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan cuplikan kegiatan atau pernyataan lama yang telah disunting. Dalam video itu tidak ada pernyataan mengenai kuis tebak kata.

Berikut rangkaian hoaks yang mencatut nama Dedi Mulyadi sebagaimana beredar di media sosial:

1) Klaim kuis tebak kata berhadiah ratusan juta rupiah
Sebuah unggahan Facebook pada 25 Mei 2026 memuat narasi seolah-olah Dedi Mulyadi mengadakan kuis tebak kata, lengkap dengan ajakan menjawab pertanyaan dan mengirim nomor WhatsApp melalui pesan. Unggahan itu juga menyertakan tautan kirim pesan. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar karena video yang digunakan merupakan cuplikan lama yang telah diedit dan tidak memuat pernyataan tentang kuis.

2) Klaim program tebus motor murah Rp 400 ribu
Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook pada 7 April 2026 yang mengklaim adanya program “tebus motor” seharga Rp 400.000 dengan daftar berbagai tipe sepeda motor, disertai instruksi menghubungi WhatsApp melalui tautan di bawah unggahan. Postingan itu juga menampilkan pernyataan seolah berasal dari Dedi Mulyadi. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar.

3) Klaim pembagian hadiah Rp 50 juta untuk warga dari Sabang sampai Merauke
Sebuah postingan Facebook pada 22 Oktober 2025 menampilkan poster bergambar Dedi Mulyadi dengan narasi pembagian hadiah Rp 50 juta untuk seluruh rakyat Indonesia, serta ajakan meninggalkan nomor WhatsApp melalui tombol kirim pesan. Klaim ini juga dinyatakan sebagai hoaks.

Rangkaian unggahan tersebut umumnya menggunakan pola serupa: mencatut nama tokoh publik, menyisipkan ajakan mengirim data kontak, dan menyertakan tautan pesan atau WhatsApp. Masyarakat diimbau waspada terhadap informasi semacam ini, terutama yang meminta nomor telepon atau mengarahkan ke tautan tertentu.