Sejumlah informasi menyesatkan terkait gempa kembali beredar di media sosial. Dua di antaranya adalah klaim yang menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa megathrust akan terjadi di seluruh Indonesia pada 2026, serta unggahan video yang dikaitkan dengan peristiwa gempa di Aceh pada 11 Mei 2025.
Pada 23 Februari 2026, sebuah akun Facebook mengunggah narasi yang menyerupai imbauan resmi BMKG. Dalam unggahan itu, publik diajak tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa, termasuk kemungkinan gempa megathrust. Namun, unggahan tersebut juga menyertakan poster bertuliskan klaim bahwa akan terjadi “gempa megathrust di seluruh pulau Indonesia di tahun 2026” dan disebut “dalam waktu dekat akan segera terjadi”.
Unggahan itu turut memuat penjelasan singkat mengenai gempa megathrust sebagai gempa besar di zona subduksi, serta ajakan untuk bersiap. Meski demikian, inti klaim yang menyatakan BMKG memprediksi gempa megathrust terjadi di seluruh Indonesia pada 2026 menjadi salah satu informasi yang dipersoalkan kebenarannya.
Selain itu, beredar pula video yang diklaim sebagai peristiwa gempa di Aceh. Video berdurasi 1 menit 24 detik tersebut menampilkan suasana di kawasan permukiman, dengan bagian atap rumah beterbangan. Dalam rekaman itu terdengar seorang warga melantunkan azan. Konten tersebut kemudian dikaitkan dengan gempa yang disebut mengguncang Aceh Barat Daya pada Minggu, 11 Mei 2025 sekitar pukul 15.57 WIB, dengan narasi “gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2”.
Unggahan video itu disebarkan akun Facebook pada 11 Mei 2025. Konten tersebut dilaporkan telah ditonton 4.300 kali dan memunculkan puluhan komentar warganet.
Dua unggahan tersebut menjadi contoh informasi yang beredar luas di platform media sosial dan memerlukan verifikasi sebelum dipercaya atau dibagikan kembali. Masyarakat diimbau mencermati sumber informasi dan memastikan kebenaran klaim, terutama yang mengatasnamakan lembaga resmi atau mengaitkan peristiwa visual dengan kejadian tertentu.