Hoaks yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) kembali marak beredar di media sosial. Pola yang banyak ditemukan adalah iming-iming bantuan atau penawaran tertentu dengan mencatut nama pejabat maupun tokoh publik, lalu mengarahkan pengguna untuk menghubungi akun atau tautan pesan tertentu.
Salah satu contoh yang beredar adalah klaim video Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengumumkan program tebus sepeda motor seharga Rp 600 ribu. Berdasarkan verifikasi, video tersebut merupakan cuplikan dari video lain yang kemudian diedit menggunakan AI.
Berikut deretan hoaks terkait video yang disebut memakai AI dan telah diverifikasi:
1. Klaim video Wapres Gibran umumkan tebus motor Rp 600 ribu
Sebuah unggahan Facebook pada 28 Maret 2026 memuat klaim promo “tebus murah sepeda motor hanya 600 ribu” yang dikaitkan dengan “toko mama gigi” dan menyertakan sejumlah tagar. Dalam video itu, narasi yang disematkan mengatasnamakan Gibran menyebut promo tersebut “benar adanya” dan mengarahkan warganet untuk menghubungi WhatsApp yang tercantum di bio profil. Hasil penelusuran menyimpulkan klaim tersebut tidak benar dan video merupakan hasil editan AI.
2. Klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha
Hoaks lain muncul lewat unggahan Facebook sejak 10 Maret 2026 yang mengklaim mantan Menko Polhukam Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha. Dalam video, narasi menyebut bantuan diberikan tanpa diundi, menargetkan kalangan menengah ke bawah, serta mengklaim penerima “terbaca dari sistem algoritma Facebook” dan diminta segera menghubungi WhatsApp untuk menerima transfer dana. Unggahan tersebut juga dilengkapi menu kirim pesan. Verifikasi menyatakan klaim itu tidak benar.
3. Klaim video Menkeu Purbaya umumkan dana bansos UMKM
Unggahan Facebook pada 31 Januari 2026 menampilkan klaim video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan dana bantuan bansos UMKM. Video memperlihatkan sosok Purbaya mengenakan jas hitam dan dasi biru muda, disertai logo Inews serta narasi ajakan yang menyebut “jangan diskip” dan diakhiri dengan tautan kirim pesan yang mengarah ke percakapan di Facebook. Hasil pemeriksaan menyimpulkan video tersebut merupakan hasil AI dan klaimnya tidak benar.
Rangkaian temuan ini menunjukkan hoaks berbasis AI kerap mengandalkan figur publik untuk membangun kepercayaan, lalu mengarahkan pengguna ke kanal komunikasi tertentu. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap konten yang menawarkan bantuan atau promo tidak wajar, terutama jika disertai permintaan menghubungi nomor atau tautan pesan yang tidak jelas.

