JAKARTA — Harga aluminium di bursa London Metal Exchange (LME) dilaporkan melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan tersebut mencapai 6% setelah Iran disebut melancarkan serangan terhadap dua lokasi produksi utama di kawasan itu.
Pergerakan harga ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar global karena memunculkan kekhawatiran baru terkait potensi gangguan pasokan aluminium dunia. Situasi tersebut dinilai dapat menekan ketersediaan pasokan jika eskalasi berlanjut dan berdampak pada aktivitas produksi.
Lonjakan harga aluminium ini sekaligus menegaskan sensitivitas pasar komoditas terhadap perkembangan geopolitik, terutama ketika menyangkut wilayah yang memiliki peran penting dalam rantai pasok produksi. Pasar kini mencermati apakah pasokan aluminium global mampu bertahan di tengah risiko gangguan yang meningkat.

