Gojek mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 430 karyawan, yang setara dengan sekitar sembilan persen dari total tenaga kerja perusahaan. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap perubahan operasional yang dipicu oleh pandemi Covid-19.
Fokus PHK pada Staf Go Life dan Go Food Festival
Kebijakan physical distancing yang diterapkan sebagai bagian dari protokol kesehatan telah mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama dalam mengurangi interaksi fisik. Hal ini berdampak langsung pada beberapa layanan Gojek yang membutuhkan kontak langsung, seperti Go Massage dan Go Clean.
Kevin Aluwi, Co-CEO Gojek, menyatakan bahwa sebagian besar karyawan yang terkena PHK berasal dari layanan Go Life dan Go Food Festival. Go Food Festival, yang biasanya digelar di berbagai lokasi, dihentikan karena berpotensi mengundang keramaian yang tidak sesuai dengan ketentuan jaga jarak aman.
Alasan dan Dampak PHK
Kevin menjelaskan bahwa dengan prioritas pada physical distancing, beberapa layanan Gojek sulit untuk dijalankan secara optimal. Go Massage, layanan pijat profesional di rumah, dan Go Clean, yang menyediakan jasa kebersihan rumah, mengalami gangguan operasional yang signifikan.
Keputusan evaluasi struktur perusahaan ini diharapkan dapat menyesuaikan kondisi bisnis di tengah tantangan pandemi.
Ucapan Terima Kasih kepada Karyawan
Dalam pernyataannya, Kevin mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh mitra dan karyawan yang pernah bekerja sama dengan Gojek. Ia menekankan bahwa kontribusi mereka sangat berarti bagi keberhasilan dan perjalanan perusahaan selama ini.