Garut Sepekan: Rencana Flyover dan Tol GETA, Rotasi Camat, hingga Isu Keracunan MBG

Garut Sepekan: Rencana Flyover dan Tol GETA, Rotasi Camat, hingga Isu Keracunan MBG

Garut dalam sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu yang mencerminkan dinamika daerah, mulai dari rencana pembangunan infrastruktur, pergeseran jabatan di pemerintahan, hingga persoalan sosial dan pelayanan publik yang menyita perhatian.

Dari sisi pembangunan, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan rencana pembangunan jalan layang (flyover) dan jalan lingkar luar (outer ring road) dalam rapat koordinasi pada 18 September 2025. Flyover tersebut direncanakan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Simpang Lima dan Tarogong Kidul, dua titik yang kerap menjadi sumber kemacetan di wilayah perkotaan.

Pada periode yang sama, proyek Jalan Tol Gede-Gedebage (GETA) disebut telah memasuki tahap pembebasan lahan. Proses ini akan berdampak pada 37 desa di tujuh kecamatan, yakni Kadungora, Leuwigoong, Leles, Cibatu, Limbangan, Selaawi, dan Malangbong.

Di ranah birokrasi, Pemkab Garut melantik 15 camat dan 21 pejabat administrator pada 19 September 2025. Rotasi ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan, mengingat camat memegang peran penting sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat kecamatan.

Namun, isu pelayanan publik juga muncul melalui keluhan warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu. Warga mengeluhkan bidan desa yang diduga menjadikan fasilitas Poskesdes sebagai hunian pribadi, yang memunculkan sorotan mengenai pengawasan dan kualitas layanan kesehatan.

Di bidang sosial dan kemanusiaan, kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kadungora kembali menjadi perhatian sejak 16 September 2025. Perhatian publik menguat karena adanya perbedaan data jumlah korban, sehingga menimbulkan kebingungan dan mendorong tuntutan transparansi informasi agar keresahan masyarakat tidak berlarut.

Sementara itu, sektor pariwisata turut disorot setelah insiden di Situ Salawe yang mengharuskan seorang wisatawan dievakuasi. Peristiwa tersebut memicu pembahasan mengenai pentingnya peningkatan standar keselamatan, khususnya di destinasi wisata air.

Di tengah berbagai isu, kabar prestasi datang dari tim sepak bola muda PSBR Samarang. Pada 20 September 2025, tim ini disebut mencatat hat-trick juara di dua turnamen, yang menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga usia muda di Garut.

Adapun tantangan lingkungan tetap menjadi perhatian. Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyoroti rendahnya kesadaran warga dalam pengelolaan sampah, persoalan yang dinilai membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Rangkaian peristiwa sepekan ini menunjukkan Garut tengah bergerak di antara agenda pembangunan dan pembenahan layanan, sembari menghadapi pekerjaan rumah di sektor sosial, keselamatan, dan lingkungan.