Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar pameran karya inovasi dan kreasi dosen serta mahasiswa dari empat program studi pada Selasa (03/02/2026). Pameran bertajuk Darma Sinergi Humaniora itu menjadi ruang temu gagasan lintas disiplin yang menampilkan beragam karya akademik dan kreatif.
Dekan FSH UM Bandung, Dr Irianti Usman MA, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pameran ini merepresentasikan integrasi keilmuan di lingkungan FSH, mengingat empat program studi—Psikologi, Kriya Tekstil & Fashion, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi—saling terhubung dan tidak dapat berdiri sendiri. Menurutnya, keterkaitan itu tercermin dalam karya-karya mahasiswa yang dipamerkan.
Irianti juga menegaskan pameran tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi turut diposisikan sebagai sarana dakwah dan penguatan nilai-nilai humaniora di UM Bandung. Sejumlah karya menunjukkan pemanfaatan alat ukur psikologi, media komunikasi visual, serta pendekatan kreatif lain yang saling melengkapi.
Sementara itu, Wakil Rektor I UM Bandung, Dr Hendar Riyadi MAg, menekankan bahwa inovasi pada era saat ini tidak lagi lahir dari spesialisasi yang terpisah, melainkan dari perjumpaan dan kolaborasi lintas bidang. Ia mencontohkan kolaborasi ilmu komunikasi dengan kriya, tekstil, dan fashion yang dinilainya dapat melahirkan percakapan serta gagasan baru yang lebih relevan dengan isu sosial.
“Di program studi ilmu komunikasi, poster berbicara soal isu yang sedang berkembang. Di Kriya Tekstil dan Fashion juga berbicara isu. Ketika keduanya digabungkan, hasilnya bukan sekadar tugas akhir semester, tetapi karya kreatif yang memiliki makna dan daya guna,” ujar Hendar.
Ia menambahkan, makna tidak cukup hanya diperbincangkan, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk karya. Dalam kolaborasi tersebut, mahasiswa ilmu komunikasi berperan menyampaikan pesan, sedangkan mahasiswa Kriya Tekstil dan Fashion merancang bentuk yang memungkinkan pesan itu tersampaikan melalui desain. Menurutnya, kerja lintas bidang ini selaras dengan perkembangan industri kreatif.
Hendar juga berpesan agar mahasiswa tidak membatasi diri pada sekat-sekat jurusan. Ia mendorong mahasiswa untuk melintasi disiplin keilmuan karena kehidupan di dunia nyata tidak selalu berjalan berdasarkan kurikulum tertentu. Ia berharap pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi menjadi embrio bagi lahirnya ekosistem kreatif di kampus.
Pembukaan pameran berlangsung meriah dan khidmat. Mahasiswa berkumpul dalam satu ruangan untuk mengikuti rangkaian pembukaan sekaligus meninjau karya-karya yang dipamerkan. Seusai seremoni, Wakil Rektor, Dekan FSH, Ketua Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion, serta sejumlah dosen berkeliling meninjau karya yang dipajang di sepanjang Selasar Gagasan.
Adapun karya yang ditampilkan meliputi poster isu sosial, alat ukur psikologi, alat peraga pembelajaran, hingga rancangan busana. Poster-poster yang dipamerkan mengangkat berbagai isu aktual di Indonesia, seperti bencana alam di Pulau Sumatra, persoalan lingkungan, isu ketenagakerjaan, politik, korupsi, keadilan, serta tema sosial lainnya yang dikemas secara kreatif dan kritis.
Seluruh karya dipajang dengan tata letak yang rapi dan strategis sehingga mudah diakses dan dinikmati sivitas akademika. Penataan tersebut membuat pameran tampil komunikatif bagi pengunjung, sekaligus menarik perhatian mahasiswa yang memanfaatkannya sebagai spot swafoto untuk dibagikan di media sosial.

