Kota Pekalongan—Polres Pekalongan Kota bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi dengan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kota Pekalongan di Ruang Terang Bulan Setda Kota Pekalongan, Selasa (19/8/2025). Rapat dipimpin Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi dan membahas perkembangan situasi keamanan, politik, sosial, serta ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.
Rakor ini dihadiri sejumlah pimpinan dan perwakilan instansi, antara lain Dandim 0710 Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, Sekda Kota Pekalongan Nur Priyantomo yang mewakili Wali Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan Anik Anifah, Ketua Komisi A DPRD Kota Pekalongan H. Masykur, serta perwakilan BIN, BNN, dan perangkat daerah terkait.
Mewakili Wali Kota, Sekda Nur Priyantomo menyampaikan bahwa kondisi keamanan Kota Pekalongan secara umum masih relatif kondusif. Meski demikian, ia menilai terdapat sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian bersama, di antaranya pembangunan sebuah yayasan, potensi dampak protes kenaikan PBB, serta persoalan sampah. Ia berharap forum koordinasi ini menjadi ruang bersama untuk mencari solusi agar situasi tetap aman dan kondusif.
Kapolres AKBP Riki Yariandi menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi aktif antarinstansi. Menurutnya, situasi Kota Pekalongan masih terkendali dan berbagai persoalan yang muncul dapat ditangani berkat kerja sama seluruh pihak. Melalui rapat tersebut, ia berharap ada kesepakatan dan langkah nyata untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Dalam pembahasan, forum turut menyoroti isu-isu aktual. Selain dinamika politik nasional, rapat membahas persoalan di tingkat lokal yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sosial ekonomi, seperti kasus BMT Mitra Umat yang berdampak pada kondisi ekonomi warga, penolakan pembangunan yayasan di Kecamatan Pekalongan Timur, maraknya kenakalan remaja seperti balap liar dan gangster, serta potensi munculnya kelompok-kelompok tertentu yang dikhawatirkan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui diskusi, Forkopimda dan Kominda sepakat sejumlah persoalan perlu segera dimitigasi melalui langkah preemtif dan preventif. Koordinasi berkelanjutan antarinstansi juga dinilai penting agar setiap isu dapat ditangani secara cepat dan tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, Forkopimda dan Kominda Kota Pekalongan menyepakati agenda rapat koordinasi rutin setiap bulan. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, serta penanganan permasalahan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas wilayah guna mendukung kelancaran pembangunan di Kota Pekalongan.

