Flyer soal MBG Ditutup Sementara Sejak 5 Juni 2026 Disebut Hoaks, Program di Sumut Masih Berjalan

Flyer soal MBG Ditutup Sementara Sejak 5 Juni 2026 Disebut Hoaks, Program di Sumut Masih Berjalan

Sebuah flyer yang beredar di grup-grup WhatsApp menyebut program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ditutup sementara sejak 5 Juni 2026. Informasi ini menjadi perhatian publik karena muncul tidak lama setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo.

Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, kemudian ditangkap dan ditahan Kejaksaan Agung pada Rabu (3/6/2026). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi terkait penyimpangan tata kelola dan mark-up pada program MBG.

Menanggapi kabar penutupan sementara MBG, Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD Gemas) Sumatera Utara, Lusi Simatupang, menyatakan bahwa flyer tersebut adalah hoaks. Saat dihubungi pada Senin (8/6/2026), Lusi mengatakan program MBG di SPPG miliknya maupun SPPG lain di Sumatera Utara masih beroperasi dan tetap mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah.

“Hoaks itu, dapur kita masih jalan seperti biasa. Namun ada beberapa dapur yang mengalami keterlambatan (pencairan dana dari pusat),” kata Lusi.

Lusi juga menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di Jakarta untuk memperoleh arahan baru setelah pergantian pimpinan BGN. Menurutnya, salah satu arahan yang dibahas adalah fokus pada peningkatan kualitas pelaksanaan MBG dibanding pembukaan SPPG baru.

“Ada banyak (penyesuaian), kita sepakat untuk (peningkatan) kualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, BGN telah meluncurkan hotline pengaduan MBG di nomor 127 atau WhatsApp +62-811-1000-8008 untuk menerima pengaduan dan masukan dari masyarakat.

Sementara itu, pantauan di salah satu SDIT Medan Sunggal menunjukkan MBG masih dibagikan seperti biasa. Seorang siswa menyebut kegiatan pembagian makanan tetap ditunggu meski sekolah sedang ujian dan pulang lebih cepat.