JAKARTA — Film Aku Harus Mati hadir dengan pendekatan horor psikologis yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga menyoroti sejumlah isu sosial yang dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cerita film ini mengangkat tema jeratan utang, ambisi instan, serta kebutuhan akan validasi di era media sosial, dengan kengerian yang bersumber dari konflik batin manusia.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2 April 2026. Aku Harus Mati juga menjadi debut produksi bagi Irsan Yabto. Ia mengatakan pemilihan genre horor didasarkan pada riset pasar yang menunjukkan minat penonton terhadap film horor dalam beberapa tahun terakhir.
“Dari hasil riset kami, genre horor menyumbang sekitar 60 persen penonton. Karena itu kami memilih horor agar pesan yang ingin disampaikan bisa lebih luas diterima,” ujar Irsan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Alih-alih bertumpu pada jumpscare atau visual menyeramkan semata, film ini mengusung psychological horror yang menggali sisi gelap manusia ketika berada di bawah tekanan sosial dan dorongan untuk terlihat sukses secara instan.
Salah satu isu yang diangkat adalah fenomena “jual jiwa demi harta” yang ditafsirkan dalam konteks modern. Jika sebelumnya identik dengan praktik mistis seperti pesugihan, film ini memotret bentuk-bentuk keseharian seperti terjebak pinjaman online, berbohong demi keuntungan, hingga memaksakan gaya hidup demi pengakuan sosial.
“Sekarang itu banyak orang yang tanpa sadar ‘menjual ketenangan batin’ demi hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti validasi atau gaya hidup,” ujar salah satu pemeran film ini.
Fenomena flexing di media sosial disebut menjadi salah satu pemicu, ketika keinginan untuk tampak berhasil mendorong seseorang mengambil jalan pintas, termasuk berutang tanpa perhitungan matang. Sutradara film ini menambahkan, keresahan terhadap normalisasi utang menjadi salah satu latar kuat dalam cerita dan dinilai terjadi di berbagai lapisan masyarakat.
“Berutang sekarang seperti hal yang biasa, tanpa memikirkan dampaknya ke depan. Itu yang kami angkat sebagai konflik utama dalam film ini,” katanya.
Melalui alur yang menegangkan, Aku Harus Mati menggambarkan bagaimana ambisi dan keputusan instan dapat berujung pada konsekuensi yang tidak terduga. Film ini juga menempatkan pertanyaan tentang siapa yang dikorbankan dan siapa yang sebenarnya memegang kendali sebagai salah satu daya tarik cerita.
Film tersebut turut mencerminkan kecenderungan baru horor Indonesia yang tidak hanya menampilkan unsur mistis, tetapi juga menyisipkan kritik sosial yang relevan dengan kondisi saat ini. Penonton dijanjikan pengalaman yang bukan sekadar memicu rasa takut, melainkan juga mengajak refleksi tentang pilihan hidup.
Aku Harus Mati akan mulai tayang pada 2 April 2026, dengan narasi yang menekankan bahwa ketakutan terbesar bisa saja bukan datang dari dunia lain, melainkan dari keputusan manusia sendiri.

