Sebuah video yang menampilkan formasi puluhan helikopter terbang di atas kawasan perkotaan dan pegunungan beredar di media sosial. Unggahan itu disertai klaim bahwa ribuan helikopter Turki diberangkatkan ke Iran untuk memperkuat kerja sama pertahanan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan klaim tersebut keliru. Verifikasi dilakukan melalui pencarian gambar terbalik Google serta perbandingan dengan sejumlah sumber yang kredibel. Video yang beredar ternyata bukan menggambarkan pengerahan helikopter Turki ke Iran, melainkan bagian dari latihan atraksi udara militer Korea Selatan menjelang peringatan Hari Angkatan Bersenjata ke-77 pada 1 Oktober 2024 di Seoul.
Rekaman yang sama ditemukan pada unggahan kanal YouTube RadiomirEnergy tertanggal 24 Oktober 2024. Dalam keterangannya, video itu disebut diambil di Korea Selatan pada 11 September 2024.
Momen pertunjukan udara tersebut juga terekam dalam unggahan beberapa akun lain, di antaranya kanal YouTube Travel Korea with Kids, serta akun berbahasa Korea Kim Cho-si dan Mingy.
Selain itu, stasiun televisi Korea Yoo Yong-won TV menayangkan laporan langsung gladi bersih atraksi militer Hari Angkatan Bersenjata 2024. Tayangan itu memperlihatkan formasi terbang 76 helikopter pada menit 10.46 hingga 12.39, disertai aksi terjun payung pasukan khusus.
Mengutip situs News1.kr, rangkaian upacara peringatan tersebut berlanjut dengan demonstrasi taekwondo, pertunjukan udara, dan manuver tim Black Eagles. Keseluruhan acara disebut melambangkan harmoni nasional serta kemakmuran Republik Korea.
Dalam pertunjukan itu, sejumlah jenis helikopter militer Korea Selatan terlihat mengisi formasi, termasuk helikopter serbu amfibi (MAH), Helikopter Bersenjata Ringan (LAH), helikopter serang AH-64 Apache, helikopter utilitas Korea KUH-1 Surion, CH-47 Chinook, UH/HH-60 Black Hawk, helikopter serbu amfibi MUH-1 Marineon, serta helikopter operasi maritim Lynx dan Wildcat.
Dengan demikian, video yang diklaim sebagai pengerahan ribuan helikopter Turki ke Iran merupakan rekaman latihan atraksi udara militer Korea Selatan, bukan peristiwa terkait Turki maupun Iran.

