Sebuah video yang beredar di Instagram dan Facebook pada 29 Maret 2026 memuat klaim bahwa kapal berbendera Pakistan diserang Iran di Selat Hormuz. Dalam narasi yang menyertai unggahan itu, kapal tersebut disebut membawa minyak yang akan dikirim ke Amerika Serikat.
Video memperlihatkan sebuah kapal besar berwarna dominan biru terbakar di tengah laut. Identitas kapal tidak tampak jelas karena tulisan di badan kapal terlihat terhapus atau tertutup kerusakan. Narasi yang beredar juga menyebut Pakistan “mengkhianati” Iran dan mengaitkannya dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Hasil verifikasi menggunakan pencarian gambar terbalik dan rujukan kredibel menunjukkan klaim tersebut tidak akurat. Kapal dalam video bukan kapal berbendera Pakistan.
Kapal itu teridentifikasi bernama Safeen Prestige milik perusahaan Transmar International SHPG dan beroperasi di bawah bendera Malta. Data Vessel Tracker mencatat lokasi terakhirnya berada di Teluk Persia. Identitas pada lambung kapal juga disebut identik dengan tulisan “Safeen Feeders” dalam unggahan Bloomberg, yang melaporkan Iran menyerang kapal tersebut pada 4 Maret 2026.
Menurut laporan itu, serangan pada 4 Maret 2026 menyisakan satu lubang di bagian belakang kapal hingga kemudian ditinggalkan terapung. Sementara itu, Vessel Tracker mencatat kapal baru terbakar pada 18 Maret 2026.
Narasi yang mengaitkan video dengan kapal Pakistan muncul setelah pernyataan Donald Trump pada 24 Maret 2026, yang dikutip CNBC, bahwa Iran akan memberikan “hadiah yang mahal.” Dua hari kemudian, Trump menjelaskan “hadiah” itu berupa pelepasan 10 kapal kargo berbendera Pakistan dari Selat Hormuz.
Pada 28 Maret 2026, Anadolu Agency melaporkan pernyataan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar yang menyebut Iran sepakat meloloskan 20 kapal Pakistan dari Selat Hormuz. Dar menilai langkah tersebut sebagai upaya mewujudkan stabilitas kawasan dan menyebutnya sebagai langkah berarti menuju perdamaian melalui unggahan di X.
Pernyataan Trump dan Dar kemudian memicu spekulasi di media sosial, termasuk tudingan bahwa Pakistan mengalihkan kapal-kapal bermuatan minyak ke Amerika Serikat. Namun, video yang beredar tidak menunjukkan kapal Pakistan, melainkan kapal Safeen Prestige berbendera Malta.

