Klaim di media sosial menyebut jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia, ditahan polisi setelah membongkar kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan presiden. Narasi itu menyatakan pengungkapan tersebut menjadi pemicu penangkapan.
Namun, hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Verifikasi dilakukan melalui analisis gambar dan perbandingan dengan pemberitaan otoritatif. Kesimpulannya, Diana Valencia tidak ditahan polisi.
Dalam penelusuran, pihak Istana memang sempat mencabut kartu identitas liputan Valencia. Peristiwa itu terjadi setelah Valencia melontarkan pertanyaan mengenai karut-marut program MBG kepada Presiden Prabowo Subianto pada 27 September 2025. Meski demikian, kartu identitas tersebut kemudian dikembalikan.
Penelusuran gambar terbalik mendapati foto yang beredar identik dengan tayangan video YouTube CNN Indonesia dan Kompas TV edisi 29 September 2026. Rekaman itu memperlihatkan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres) Yusuf Permana menyerahkan kembali kartu identitas liputan Valencia.
Insiden pencabutan kartu liputan tersebut sempat memicu kritik dari Dewan Pers. Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengingatkan Istana agar tetap menjunjung tinggi kemerdekaan pers. Yusuf Permana kemudian menyatakan penyesalannya dan berjanji kejadian serupa tidak akan terulang.
Sementara itu, foto lain yang menampilkan tiga perwira polisi yang turut disebarkan bersama klaim penahanan, ditemukan identik dengan unggahan Riauoke.com dalam artikel berjudul “Pimpin Langsung Teladan Integritas, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan Ikut Tes Urine Mendadak” pada 28 Februari 2026. Foto tersebut mendokumentasikan tes urine massal di Polda Riau, bukan proses penangkapan jurnalis.
CNN Indonesia juga membantah kabar penangkapan jurnalisnya melalui unggahan di akun Instagram pada 5 Maret 2026.
Dengan demikian, klaim bahwa jurnalis CNN Indonesia Diana Valencia ditahan polisi akibat mengkritik MBG dinyatakan keliru.

