Enam Hoaks Sepekan: Pendaftaran KUR, Tautan Bantuan hingga Klaim CPNS Kemenhub 2026

Enam Hoaks Sepekan: Pendaftaran KUR, Tautan Bantuan hingga Klaim CPNS Kemenhub 2026

Penyebaran hoaks terus menjadi tantangan di era digital. Informasi bohong kerap beredar cepat melalui media sosial dan aplikasi percakapan, dengan isu yang beragam—mulai dari mencatut nama tokoh publik, kebijakan pemerintah, hingga program bantuan. Dampaknya tidak hanya menimbulkan kebingungan, tetapi juga berpotensi merugikan masyarakat, termasuk melalui modus penipuan.

Dalam sepekan terakhir, Cek Fakta Liputan6.com mengungkap enam klaim hoaks yang menyebar luas di berbagai platform. Sejumlah di antaranya menggunakan pola serupa: menawarkan bantuan atau layanan, lalu mengarahkan pengguna mengklik tautan tertentu atau menghubungi nomor yang dicantumkan.

Berikut rangkuman enam hoaks yang teridentifikasi dan perlu diwaspadai.

1. Klaim pendaftaran KUR Bank BRI melalui media sosial
Sejumlah unggahan di Facebook menampilkan informasi pendaftaran KUR BRI 2026 yang diklaim bisa diajukan tanpa datang ke bank dan pencairan disebut hanya 10–30 menit. Unggahan itu juga memuat permintaan pengiriman dokumen seperti foto KTP, KK, dan buku tabungan, serta mengarahkan untuk menghubungi nomor tertentu.

2. Link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter
Hoaks lain menyebut adanya bantuan dari Pertamina berupa e-voucher BBM gratis 50 liter untuk masyarakat umum. Informasi tersebut mengarahkan pengguna untuk mendaftar melalui tautan yang dicantumkan, yakni voucher.pertamina.biz.id, dengan klaim voucher dapat ditukarkan di SPBU Pertamina terdekat.

3. Link pendaftaran bantuan untuk guru honorer dan ASN
Beredar unggahan yang mengklaim adanya “link resmi” pendaftaran bantuan bagi guru ASN, guru non-ASN, PNS, serta guru honorer. Dalam unggahan itu terdapat ajakan mendaftar melalui tautan https://daftar-sekarangwl2.d4fttar.one/. Tautan tersebut mengarah ke halaman yang meminta data pribadi, seperti provinsi dan nomor Telegram.

4. Link pendaftaran BPNT dan PKH 2026
Hoaks berikutnya berupa klaim pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2026 melalui tautan https://x6.daftar-online.click/. Unggahan itu menyatakan pendaftaran gratis tanpa biaya administrasi, lalu mengarahkan pengguna ke formulir digital yang meminta identitas pribadi, termasuk nama dan nomor Telegram.

5. Video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha dari rampasan aset koruptor
Sebuah video yang beredar di Facebook menampilkan klaim seolah-olah Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha yang disebut berasal dari rampasan aset koruptor senilai Rp10 miliar. Dalam narasi video, disebutkan bantuan Rp100 juta per orang dan penerima diminta menghubungi WhatsApp. Unggahan tersebut juga menyertakan tombol atau menu untuk mengirim pesan.

6. Tautan pendaftaran CPNS Kemenhub 2026
Di TikTok, beredar klaim bahwa pendaftaran CPNS Kementerian Perhubungan 2026 “resmi dibuka”, disertai daftar persyaratan dan ajakan untuk mengklik web di bio. Unggahan itu juga menekankan pendaftaran gratis tanpa biaya apa pun.

Rangkaian hoaks tersebut menunjukkan bahwa isu program bantuan dan rekrutmen masih kerap dijadikan sasaran, terutama dengan cara mengarahkan masyarakat ke tautan tertentu atau meminta kontak pribadi. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap unggahan yang meminta data identitas atau mengarahkan ke situs dan nomor yang tidak jelas.