DPRD Pasuruan Apresiasi Seleksi Perangkat Desa Ngerong yang Disiarkan Langsung

DPRD Pasuruan Apresiasi Seleksi Perangkat Desa Ngerong yang Disiarkan Langsung

PASURUAN — DPRD Kabupaten Pasuruan mengapresiasi pelaksanaan seleksi perangkat desa di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang disiarkan secara langsung melalui live streaming. Cara ini dinilai sebagai langkah positif untuk memperkuat keterbukaan dan transparansi kepada masyarakat.

Seleksi tersebut merupakan ujian untuk pengisian jabatan Pelaksana Teknis Kewilayahan Dusun (Kasun/Kawil) Dusun Kecicang. Kegiatan digelar di Gedung MTs NU Raden Rahmat Ngerong.

Berbeda dari seleksi perangkat desa pada umumnya, seluruh tahapan ujian di Desa Ngerong dapat disaksikan masyarakat secara real time melalui platform video. Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses penjaringan berjalan objektif, profesional, dan bebas dari intervensi.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menilai keterbukaan semacam itu penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap proses seleksi aparatur pemerintahan desa.

“Pelaksanaan seleksi perangkat desa yang disiarkan secara live merupakan langkah positif dalam mewujudkan keterbukaan dan transparansi kepada masyarakat,” kata Samsul, Jumat (15/5/2026).

Menurut Samsul, dengan proses yang dapat disaksikan langsung, publik dapat melihat bahwa tahapan seleksi berjalan objektif, jujur, dan akuntabel. Ia juga menekankan bahwa transparansi menjadi bagian penting untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik.

Ia turut mengapresiasi panitia seleksi serta seluruh pihak yang terlibat karena dinilai menjaga integritas pelaksanaan ujian perangkat desa.

“Kami mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan ujian perangkat desa. Transparansi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Samsul berharap pola seleksi terbuka seperti yang diterapkan Desa Ngerong dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pasuruan.

“Ke depan kami berharap pola seleksi yang terbuka dan profesional seperti ini bisa menjadi role model bagi desa lain agar melahirkan perangkat desa yang berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngerong, Jemik Sadiman, menyampaikan bahwa live streaming menjadi terobosan panitia untuk menjaga transparansi sekaligus meminimalisir potensi intervensi selama proses seleksi berlangsung.

“Ini salah satu inovasi dari panitia. Kami ingin masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya ujian secara langsung sehingga prosesnya benar-benar terbuka,” katanya.