Dosen Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Naylur Rohmah, menilai generasi Z di Bangkalan membutuhkan asupan politik menjelang Pilkada 2024. Ia menyebut kelompok usia ini kini mendominasi sebagai pemilih dan memiliki pengaruh dalam menentukan arah politik serta pemimpin ke depan.
Menurut Naylur, sekitar 60 persen Gen Z di Bangkalan akan menggunakan hak pilih pada 27 November 2024. Ia menilai kesadaran politik mereka sudah cukup baik, meski banyak yang belajar secara autodidak karena lahir dan tumbuh di era digital.
Ia menjelaskan, kemudahan akses informasi membuat remaja saat ini cepat menerima berbagai informasi, termasuk yang dapat memicu emosi. Di sisi lain, Naylur menilai literasi Gen Z kuat, rasa ingin tahu mereka tinggi, dan mereka cenderung cepat mencari akurasi informasi—bahkan dinilai lebih cepat dibanding generasi milenial.
Naylur juga mengajak remaja, termasuk siswa SMA, untuk berkontribusi dalam pesta demokrasi pada November mendatang. Ia menilai banyaknya pemilih pemula dapat memberi warna demokrasi yang berbeda di Bangkalan.
Ia mengingatkan agar Gen Z tidak bersikap apatis terhadap politik karena peran mereka dinilai penting dalam menentukan arah politik bangsa dan negara, terutama dalam menyongsong satu abad Indonesia. Naylur menekankan perlunya membangun kesadaran dan edukasi politik, serta dukungan dari berbagai kalangan berupa asupan politik agar partisipasi dan pemahaman politik menjadi lebih baik.
Menurutnya, nilai-nilai demokrasi perlu ditanamkan sejak dini, termasuk sejak berada di bangku sekolah.

