Pegiat media sosial sekaligus dokter, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, kembali menyoroti kondisi fisik dan kesehatan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Melalui unggahan di akun media sosial X @DokterTifa pada Kamis (25/12/2025), ia membandingkan dua foto Jokowi yang diambil dalam rentang enam bulan dan menilai terdapat perubahan pada wajah.
Dokter Tifa menyertakan foto pertama yang disebut diambil pada Juni 2025, saat Jokowi dikatakan sedang sakit setelah kunjungan ke Vatikan pada April 2025 untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus. Dalam foto tersebut, ia menggambarkan mata Jokowi terlihat sembap, wajah menggelap, dan tampak bercak putih pada beberapa titik.
Sementara itu, foto kedua yang disebut diambil pada Desember 2025 memperlihatkan garis rambut (hairline) Jokowi tampak lebih mundur. Dokter Tifa menyebut tanda pada foto kedua menunjukkan gejala yang “makin kompleks dan sistemik”, meski ia menilai bercak putih tidak terlalu kentara.
Dalam unggahannya, Dokter Tifa mengaku khawatir Jokowi tidak menjalani pengobatan konvensional sebagaimana mestinya. Ia menduga Jokowi hanya bergantung pada obat steroid untuk menekan gejala. Menurutnya, jika benar demikian, penggunaan steroid perlu diwaspadai karena berpotensi berdampak pada organ-organ penting.
Dokter Tifa juga mengaitkan kondisi fisik tersebut dengan tekanan mental. Ia berpendapat tekanan psikologis yang berat dapat memengaruhi kondisi tubuh, dan menyebut Jokowi memikirkan keselamatan politik anak-anaknya, khususnya Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.
Selain itu, ia menyebut beban pikiran Jokowi bertambah karena bersikeras menyeret dirinya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, serta ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar ke penjara terkait polemik keabsahan ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi.
Isu kesehatan Jokowi yang disinggung Dokter Tifa di media sosial X bukan kali pertama muncul. Pada 21 Juni 2025, ia mengunggah foto Jokowi dan menyebut Jokowi “sakit serius”, serta menyarankan agar segera mendapatkan perawatan terbaik dan tidak hanya rawat jalan.
Kemudian pada 2 Juli 2025, Dokter Tifa mempertanyakan alasan Jokowi disebut dirawat di Bali, padahal menurutnya terdapat fasilitas kesehatan yang lengkap di RSPAD Gatot Subroto. Dalam cuitan tersebut, ia menyampaikan penilaian awal bahwa Jokowi menderita autoimun berat dan agresif.
Pada 30 Juli 2025, saat ramai pembahasan mengenai sosok “Bapak J” yang disebut-sebut sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, Dokter Tifa kembali menyinggung kondisi Jokowi. Ia menyarankan agar keluarga lebih fokus pada perawatan, menyebut kondisi Jokowi belum membaik sejak April 2025 dan tubuhnya terlihat semakin ringkih. Dalam unggahan itu, ia juga menyatakan Jokowi sebaiknya dirawat di Guangzhou, China, serta menekankan perlunya pembatasan interaksi karena dinilai memiliki imunitas yang sangat rendah.
Unggahan-unggahan tersebut memuat penilaian dan kekhawatiran Dokter Tifa terkait kondisi kesehatan Jokowi berdasarkan foto dan informasi yang ia sebutkan, termasuk dugaan mengenai jenis pengobatan yang dijalani serta kaitannya dengan tekanan mental.

