Diskominfo Lombok Tengah Dorong Desa Aktif di Ruang Digital untuk Transparansi

Diskominfo Lombok Tengah Dorong Desa Aktif di Ruang Digital untuk Transparansi

Praya – Pemerintah desa di Lombok Tengah didorong untuk hadir dan aktif di ruang digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Kehadiran desa di platform digital dinilai penting agar masyarakat dapat mengakses informasi layanan publik dan perkembangan pembangunan desa dengan lebih mudah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Herdan, M.Si., mengatakan perkembangan teknologi menuntut desa untuk menyesuaikan diri karena mayoritas masyarakat kini mengandalkan telepon genggam untuk memperoleh informasi. Pernyataan itu disampaikan Herdan kepada awak media pada Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, hampir seluruh masyarakat sudah memiliki handphone dan memanfaatkannya untuk mencari informasi melalui internet. Karena itu, desa dinilai perlu aktif menyampaikan informasi melalui website dan media sosial, terutama terkait proses pembangunan di wilayahnya.

“Di era digital seperti sekarang ini, pemerintah desa tidak cukup hanya memiliki website. Desa juga harus aktif mengelola dan mengisinya serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat,” ujar Herdan.

Herdan menilai pemanfaatan website desa di Lombok Tengah sejauh ini belum maksimal. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi penggunaan SIDeKaNG (Sistem Informasi Desa) terbaru, dari total 142 desa di Lombok Tengah, baru 105 desa yang memiliki website. Namun, tidak semuanya aktif, dengan sekitar 46 desa tercatat memiliki website yang tidak aktif.

Ia menambahkan, dari 105 website desa tersebut, hanya 27 desa yang masuk kategori aktif, sementara 32 desa tergolong kurang aktif. Kondisi itu menunjukkan sebagian besar website desa belum dimanfaatkan secara optimal.

Jika dipersentasekan, Herdan menyebut sekitar 76 persen website desa di Lombok Tengah masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Penyebabnya beragam, mulai dari minimnya pembaruan konten hingga website yang tidak dapat diakses masyarakat luas.

Padahal, kata Herdan, website desa tidak semestinya hanya menjadi formalitas. Website merupakan bagian penting dari transparansi pemerintahan desa dan pelayanan informasi publik. Ke depan, Diskominfo Lombok Tengah menyatakan komitmennya untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada desa-desa yang masih kurang aktif maupun tidak aktif dalam pengelolaan kanal digital.