Kementerian Kesehatan Vietnam menggelar sidang pleno ke-4 Dewan Medis Nasional periode 2025–2030 di kantor pusat kementerian. Sidang yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan sekaligus Ketua Dewan Medis Nasional, Prof. Tran Van Thuan, berlangsung pada 31 Maret dan diikuti anggota Dewan serta berbagai komite, baik secara langsung maupun daring.
Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Prof. Dr. Nguyen Viet Tien (mantan Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Ketua Tetap Dewan), Dr. Ha Anh Duc (Direktur Departemen Pemeriksaan Medis dan Manajemen Pengobatan serta Wakil Ketua Dewan), dan Dr. Nguyen Ngo Quang (Direktur Departemen Sains, Teknologi dan Pelatihan serta Wakil Ketua Dewan).
Dalam pertemuan tersebut, Dewan mengumumkan keputusan pengangkatan anggota tambahan serta susunan pimpinan dan anggota sejumlah komite khusus. Komite yang disebut meliputi Komite Pengembangan Perangkat untuk Menilai Kompetensi Praktik Kedokteran, Komite Penyelenggara Ujian dan Penilaian Kompetensi Praktik Kedokteran, serta Komite Hukum.
Para peserta juga menerima paparan ringkas mengenai hasil kegiatan pada Maret 2026, rencana kerja Dewan untuk kuartal II 2026, serta capaian awal dalam pelaksanaan resolusi Dewan. Diskusi kemudian berfokus pada penyempurnaan prosedur untuk mempersiapkan penyelenggaraan ujian dan penilaian kompetensi praktik medis, dengan penekanan pada aspek keadilan, objektivitas, dan transparansi.
Penyelenggaraan ujian dan penilaian kapasitas praktik kedokteran disebut sebagai ketentuan dalam Undang-Undang tentang Pemeriksaan dan Pengobatan Medis Tahun 2023, serta diatur lebih rinci melalui Keputusan Pemerintah 96/2023/ND-CP. Kebijakan ini diarahkan untuk menjamin kualitas, keamanan, dan efektivitas layanan pemeriksaan serta pengobatan.
Sejumlah isu yang dibahas mencakup penyusunan bank soal dasar; pelaksanaan tugas komite sesuai fungsi masing-masing terkait ujian; pembangunan infrastruktur teknis dan pengembangan jaringan lokasi ujian skala nasional yang juga dikaitkan dengan kebutuhan anggaran; hingga penyusunan sistem prosedur, peraturan, kriteria pemilihan lokasi ujian, infrastruktur teknologi informasi, serta model organisasi dan operasional ujian.
Di bawah kepemimpinan Ketua Dewan, para delegasi menyampaikan masukan mengenai rancangan proses yang dinilai dapat memastikan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus mendukung standardisasi tenaga kesehatan, keselamatan pasien, dan peningkatan mutu layanan di seluruh sistem.
Menutup pertemuan, Prof. Tran Van Thuan menyampaikan apresiasi atas hasil kerja dan tanggung jawab para anggota Dewan pada kuartal I 2026. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ujian untuk menilai kompetensi profesional praktisi medis akan menjadi tugas utama pada periode mendatang, serta meminta tiga komite khusus yang baru direstrukturisasi agar bergerak cepat, cermat, dan bertanggung jawab dalam menjalankan mandatnya.
Menurutnya, sistem pertanyaan dan materi tes perlu dirancang secara ilmiah dan ketat, namun tetap terbuka dan fleksibel, sehingga mampu menilai kompetensi profesional secara menyeluruh, termasuk kualitas etika dan keterampilan kejuruan tenaga kesehatan.
Dewan juga menegaskan bahwa pembentukan sistem nasional untuk evaluasi dan penilaian kompetensi profesional praktisi medis diarahkan pada empat tujuan inti, yaitu melindungi keselamatan pasien, menstandarisasi kompetensi profesional, menjadi landasan bagi pelatihan pascasarjana, serta meningkatkan kemampuan integrasi internasional.
Selain itu, Wakil Menteri Tran Van Thuan meminta unit terkait segera menyelesaikan dan menerapkan ketentuan mengenai pelatihan praktik setelah 12 bulan, termasuk waktu dan isi pelatihan praktik sebagai bagian dari persyaratan pemberian lisensi profesional. Ia juga mendorong pengembangan proses penilaian berbasis sains dengan penerapan teknologi tinggi, untuk memastikan objektivitas, transparansi, serta kesesuaian dengan kondisi Vietnam dan tren perkembangan internasional.
Di bidang tata kelola, Ketua Dewan turut mengarahkan agar tugas terkait pengorganisasian personel, penyederhanaan struktur organisasi, dan penetapan standar ekonomi-teknis dijalankan secara serentak.

